careers

Jangan dibiasakan, ini 9 tanda kamu workaholic!

Tsalis Annisa

24 May 2020

workaholic-EKRUT.jpg

Semangat dan komitmen dalam bekerja menandakan bahwa kamu memiliki etos kerja yang baik. Namun, ada perbedaan jelas antara etos kerja dengan perilaku workaholic. Berbeda dengan etos kerja yang memotivasi seseorang untuk bekerja secara optimal, perilaku ini justru dapat membahayakan kesehatan.

Mudahnya akses terhadap berbagai perangkat teknologi seperti laptop, tablet, dan ponsel pintar juga berkontribusi terhadap hal ini. Kamu dapat mengakses pekerjaan dengan mudah, di mana pun dan kapan pun. Dampaknya, kamu pun terbiasa membawa pulang pekerjaan dan mengerjakannya selama waktu beristirahat.

Lalu, apa saja tanda-tanda bahwa kamu adalah seorang workaholic?

1. Hampir tidak ada waktu untuk keluarga

workaholic - EKRUT
Tanda workaholic adalah ketika kamu melewatkan banyak acara keluarga - EKRUT

Tanpa disadari, kamu mungkin telah mengabaikan anggota keluargamu karena bekerja secara terus-menerus. Tak hanya itu, kamu mungkin juga telah melewatkan banyak acara keluarga, dan tidak memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan mereka.

Jika ini benar terjadi padamu, berhati-hatilah. Pasalnya, hal ini dapat mengakibatkan renggangnya hubungan kamu dengan keluarga.

2. Kamu bekerja tanpa henti

workaholic - EKRUT
Karyawan workaholic seringkali membawa pulang pekerjaan - EKRUT

Walaupun kamu pulang bekerja tepat waktu, kamu tetap dapat dikatakan sebagai seorang workaholic bila kerap membawa pulang pekerjaan yang belum terselesaikan.

Lambat-laun, rumah yang seharusnya menjadi tempat beristirahat justru terasa seperti kantor cabang. Selain merugikan dirimu sendiri, ini juga merupakan contoh yang tidak baik bagi sesama karyawan.

3. Makan siang sambil bekerja

workaholic - EKRUT
Orang yang workaholic memanfaatkan waktu untuk selalu bekerja - EKRUT

Orang yang workaholic cenderung tidak ingin menyia-nyiakan waktu mereka untuk melakukan hal lain, jadi umumnya mereka juga menggunakan waktu makan siangnya untuk bekerja.

Menghabiskan waktu makan siang sambil bekerja mungkin akan memberikan kamu lebih banyak waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Sayangnya, kebiasaan ini justru dapat menurunkan produktivitas.

Baca juga: Ini 7 manfaat tidur siang di kantor yang tingkatkan performamu

4. Kualitas tidur terganggu

workaholic - EKRUT
Orang yang workaholic biasanya memiliki waktu tidur yang tidak teratur - EKRUT

Jika kamu terus bekerja hingga larut malam, tubuhmu tidak akan memperoleh cukup waktu untuk beristirahat. Kamu akan terus mengulang siklus tidur yang tidak sehat, yang membuatmu hanya bisa tidur selama beberapa jam dalam sehari. Kebiasaan ini lama-kelamaan dapat memengaruhi aspek kesehatan yang lain.

5. Kesehatan terganggu

workaholic - EKRUT
Terlalu lama bekerja dapat membuat kesehatanmu terganggu - EKRUT

Selain kurang tidur, kamu juga berisiko mengalami gangguan kesehatan yang lain. Gangguan ini dapat menimpa fisik maupun mental kamu.
Para workaholic umumnya memiliki risiko lebih besar terkena masalah kesehatan seperti penyakit jantung, masalah berat badan, insomnia, gangguan kesehatan, dan masalah kecanduan.

6. Tiba di kantor paling awal dan pulang paling akhir

workaholic - EKRUT
Hindari kebiasaan lembur di kantor - EKRUT

Kebiasaan ini biasanya diawali dengan anggapan bahwa tiba di kantor lebih awal akan membuat kamu lebih fokus. Ada pula yang beranggapan bahwa pulang paling akhir dari kantor berguna untuk mengatur agenda pada keesokan harinya. Meski begitu, kebiasaan buruk ini sebaiknya dihindari karena justru dapat membuat kamu bekerja lebih banyak.

7. Tidak pernah benar-benar berlibur

workaholic - EKRUT
Orang yang workaholic merasa tidak masalah membawa pekerjaan di saat libur - EKRUT

Salah satu tanda dari workaholic adalah ketidakmampuan untuk menyudahi pekerjaan dan beristirahat. Sekalipun kamu sedang berlibur, ponselmu mungkin terus menyala dan kamu perlu menanggapi pesan yang berkaitan dengan pekerjaan. Jika tidak, kamu akan merasa tidak aman dan terus memikirkannya.

Baca juga: Jika alami 8 tanda ini, artinya kamu butuh cuti secepatnya!

8. Kamu menghindari acara-acara sosial

workaholic - EKRUT
Orang yang workaholic seringkali tidak punya waktu untuk kegiatan sosial - EKRUT

Selain kewalahan untuk meluangkan waktu bersama keluarga, kamu juga tidak mampu menghadiri berbagai acara bersama orang lain. Saat kamu menghadiri acara-acara tersebut, kamu tetap memikirkan pekerjaan yang belum selesai dan agenda untuk hari esok.

9. Kamu tidak bisa mengatakan tidak pada atasan 

workaholic - EKRUT
Orang yang workaholic seringkali tidak bisa menolak pekerjaan dari atasan - EKRUT

Tanda lain yang menunjukkan kamu seorang workaholic adalah ketika kamu selalu mengatakan "ya untuk setiap tugas tambahan yang diberikan atasan dan menerima proyek di luar tugas pekerjaan kamu dengan sukarela. Sebab meski mengerjakan proyek tambahan terkadang baik untuk karier, namun penting untuk mengenali apakah kamu terlalu memforsir pekerjaan. 

Alih-alih menunjang produktivitas, menjadi workaholic justru mungkin saja mengacaukan karir yang sedang kamu bangun. Pasalnya, kamu akan selalu merasa lelah dan kewalahan.

Jadi, jika kamu mengalami beberapa tanda di atas, cobalah untuk segera merubah pola kerjamu. Mulailah mencari cara manajemen waktu yang baik, dan cara menjaga keseimbangan dunia kerja dan kehidupan pribadimu.

Ingat, pekerjaan dan kariermu memang penting, tapi menyayangi dirimu dengan kerja pintar juga termasuk hal yang tidak kalah penting.

workaholic - EKRUT
Last update: 24 Mei 2020

Sumber:

Tags

Share