Published on

Expert's Corner

Mengenal C Level dalam perusahaan beserta tugas dan wewenangnya

Rachmat Ramadhan

H1_Mengenal_C_Level.jpg

Sebagian dari kita mungkin masih mempertanyakan tentang jabatan C Level dalam sebuah perusahaan. Seperti yang diketahui, C Level adalah sebuah jajaran eksekutif di sebuah perusahaan. Banyak ragam C Level di perusahaan yang terkadang belum kita pahami dan seperti apa tugas maupun wewenangnya. Mari simak artikel berikut ini untuk mengenal lebih jauh profesi C Level selengkapnya.

Baca Juga: 6 Langkah membuat tujuan karier kamu lebih terarah

Apa itu C Level dalam perusahaan?


Ada berbagai C Level dalam perusahaan (sumber: pexels)

Banyak penyebutan dari C Level itu sendiri, sebagian menyebutnya Eksekutif Level C, ada juga yang menyebutnya C Suite, dan lain sebagainya. C ini sendiri memiliki kepanjangan dari kata Chief dan beberapa huruf di belakangnya merupakan kepanjangan dari wewenang yang dibawahinya.

Contohnya adalah CEO yang sering kita jumpai istilahnya. CEO merupakan kepanjangan dari Chief Executive Officer. Dengan jabatan C Levelnya, CEO sama seperti para pejabat sejajarnya yang berada di puncak departemen. Dalam hal ini, CEO memegang kendali dalam bidang bisnis.

Peran C Level dalam perusahaan


Level memegang tugas dan dan wewenang tinggi dalam perusahaan (sumber: pexels)

Meski berada dalam puncak tertinggi dalam departemennya, jabatan C Level memegang tanggung jawab dan beban kerja yang berat. Posisi ini dipegang oleh mereka yang memiliki kendali dari berbagai keputusan besar dalam sebuah perusahaan.

Jabatan C Level menggambarkan sebuah peran dari individu di tingkat tinggi dalam sebuah perusahaan. Pejabat C Level bahkan memiliki wewenang dalam mempertahankan posisi tinggi lainnya di dalam perusahaan.

Baca Juga: Kenali ciri-ciri pemimpin yang visioner beserta 4 tips untuk membangunnya

Tugas dan wewenang C Level


CEO memimpin eksekutif C Level dan berkoordinasi dengan banyak C Level lainnya (sumber: pexels)

C Level memiliki sebuah wewenang yang besar dari sebuah perusahaan. Mereka merupakan pion-pion tertinggi perusahaan yang memegang kendali atas berbagai keputusan penting di departemen yang dibawahinya. Selain itu, mereka juga memiliki otoritas dalam menentukan langkah strategis sebuah perusahaan. Maka dari itu, posisi ini juga biasanya menjamin gaji besar yang mereka dapatkan dari perusahaan.

Jika bisa direntalkan, seorang C Level memiliki banyak wewenang seperti perencanaan strategis, pengambilan keputusan atas saham, pemberi atau pendelegasi tugas, pengumpulan info dari manajemen yang dibawahinya untuk pengambilan keputusan, berkolaborasi dengan C Level lainnya, dan mempekerjakan serta memberhentikan pegawai baik level karyawan maupun di tingkat manajemen.

Baca Juga: Mengenal apa itu HRD beserta 4 perbedaanya di startup dan korporat

1. Founder


Founder merumuskan sebuah rancangan dan siap mengambil resiko (sumber: pexels)

Pada dasarnya, istilah founder disematkan kepada seseorang yang menciptakan suatu hal yang belum ditemukan sebelumnya. Dalam artikel Forbes, founder dimaknai dan disandingkan dengan perpaduan dari kreativitas, inovasi, di iringi tekad, dan kecerdasan murni serta keberanian. Dalam dunia bisnis, founder adalah orang yang mendirikan sebuah perusahaan. Mereka adalah sosok yang rela mengambil risiko untuk memulai suatu hal yang baru.

2. Owner

Sementara di posisi lain ada istilah owner. Banyak yang sering tertukar antara posisi owner dan founder. Padahal, dalam kebijakan dan posisi utama sangat berbeda satu dengan yang lain. Kamus Tokopedia menyebutkan bahwa owner adalah siapapun yang menjalankan serta berinvestasi dalam sebuah perusahaan. Ia adalah sosok yang memiliki saham dan bisa dibilang juga pendiri dari sebuah perusahaan berkat modal yang ia tanamkan.

3. CEO (Chief Executive Officer)

CEO atau Chief Executive Officer merupakan pemegang jabatan tertinggi dari seluruh C Level lainnya. Ia merupakan pengawas dari pergerakan bisnis dalam sebuah perusahaan secara keseluruhan. Ia merupakan seorang nahkoda yang menetapkan tujuan serta strategi bisnis dari sebuah perusahaan dan merupakan tangan terakhir dari keputusan, rencana, strategi dari segala proyek yang dijalankan sebuah perusahaan.

4. CTO (Chief Technology Officer)

CTO yang merupakan kependekan dari Chief Technology Officer, merupakan seseorang yang memiliki jabatan strategis di bidang sistem informasi dan pegembangan teknologi dalam sebuah perusahaan. Bidang pengawasan CTO kadang saling tumpang tindih dengan jabatan C Level lain yakni CIO yang memiliki wewenang dalam pengawasan atas departemen teknologi informasi.

Namun jika dalam sebuah perusahaan sudah memiliki seorang CIO, maka CTO aka berfokus mengawasi dan mengambil wewenang dalam inovasi dan pengelolaan infrastruktur dari teknologi informasi dalam sebuah perusahaan. Pengembangan inovasi dan infrastruktur bisa sangat berkaitan dengan pengembangan fitur. Selain itu, ia juga memiliki tanggung jawab mengontrol dan mengawasi perkembangan produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

5. CBO (Chief Business Officer)

Chief Business Officer atau CBO merupakan seorang seorang pemangku keputusan dari strategi bisnis sebuah perusahaan. Swissbiotech.org menyebut bahwa CBO akan bekerja sama dengan CEO dan para pemimpin perusahaan serta dewan direksi dalam mendorong berbagai aspek bisnis dan evolusi perusahaan secara lebih lanjut. Ia merupakan penanggung jawab dalam aspek operasional dalam perusahaan termasuk pada pengembangan bisnis serta perencanaan strategis.

Dalam beberapa perusahaan, CBO memiliki wewenang dalam pengendalian anggaran dan memasukan iklan ke dalam sebuah pengembangan project. Ia juga berhubungan langsung dengan investor atau penggalan dana yang memberikan bantuan kepada pengembangan sebuah project.

6. CMO (Chief Marketing Officer)

Sama dengan berbagai C Level lainnya, CMO yang merupakan kependekan dari Chief Marketing Officer adalah pemegang posisi tertinggi dalam departemen pemasaran. Ia bertanggung jawab dalam pengelolaan brand, mengawasi brand positioning serta menyiapkan strategi marketing. Ia juga banyak berhubungan dengan pihak luar dan berkoordinasi dengan pihak klien dalam menyiapkan campaign. Selain itu, CMO memiliki tugas dalam riset market serta mengawasi keuntungan perusahaan dari sudut pandang pemasaran.

7. CFO (Chief Financial Officer)

Dari kepanjangannya yakni Chief FInancial Officer, CFO merupakan seseorang yang memiliki jabatan tertinggi dalam pengawasan keuangan dan akuntansi dalam sebuah perusahaan. Ia memiliki wewenang dan tanggung jawab besar dalam penganggaran baik dalam perencanaan keuangan, kepatuhan, pelaporan keuangan perusahaan.

CFO juga memiliki tugas melakukan analisis risiko keuangan dalam sebuah perusahaan. Sebagai pemegang jabatan tertinggi dari departemen keuangan, CFO juga memiliki wewenang dalam pengelolaan bisnis perusahaan dalam segi keuangan secara keseluruhan.

8. COO (Chief Operating Officer)

Chief Operating Officer biasanya berada satu tingkat dibawah CEO dalam sebuah perusahaan. Ia memiliki tanggung jawab dalam pengawasan perusahaan dari segi operasional. Ia menjadi pengawas dan memastikan segala pelaksanaan berjalan secara tepat. Selain itu, COO juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan segala pelaksanaan tidak keluar dari rencana dan strategi bisnis sebuah perusahaan.

9. CCO (Chief Compliance Officer)

Jabatan CCO dalam sebuah perusahaan kadang ada dua makna ada Chief Compliance Officer dan Chief Content Officer. Namun, kedua posisi ini berdiri di bawah departemen yang berbeda.

Chief Compliance Officer berada dibawah departemen kepatuhan atau legal yang memiliki tanggung jawab dalam memastikan semua berada di bawah aturan perusahaan. Ia memantau jalannya bisnis perusahaan agar berada dalam trek dari regulasi, kebijakan, dan undang-undang yang berlaku.

Selain itu, CCO yang satu ini juga menjadi pihak yang merancang dan menerapkan kebijakan dan standar kepatuhan dalam perusahaan. Sementara, CCO yang lain berada dalam divisi marketing dan banyak bekerjasama dengan CMO.

Baca Juga: Jangan stres, ini 4 cara berdamai menghadapi atasan super nyebelin

Semua C Level di atas masih sebagian kecil dari banyaknya jabatan eksekutif pada level yang sama. Masih ada beberapa jabatan C Level lainnya seperti CSO (Chief Security Officer), CDO (Chief Data Officer), CINO (Chief Innovation Officer), dan lain sebagainya.

Namun, tidak semua perusahaan harus memiliki C Level yang lengkap. Semua kembali pada seberapa banyak sumber daya di dalam perusahaan dan bergerak dalam bisnis apa perusahaan tersebut.

Apabila kamu sedang mencari pekerjaan, kamu bisa memulai kariermu dengan mendaftarkan diri di EKRUT. EKRUT menyediakan berbagai kesempatan kerja yang dapat kamu sesuaikan dengan bidang yang kamu kuasai. Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

 

Sumber:

  • swissbiotech.org
  • kamus.tokopedia.com
  • thebalancecareers.com
  • betterteam.com
  • masterclass.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cover_(3).jpg

    Careers

    Moderator: Pengertian, Manfaat, Tugas, dan Tips Menjadi Moderator yang Baik

    Detty Risetya

    20 June 2022
    5 min read
    Product_Management_Pilihan_karier__Skill-set__dan_Proyeksi_Karier_di_Tahun_2022.jpg

    Expert's Corner

    Product Management: Pilihan Karier, Skill-set, dan Proyeksi Karier di Tahun 2022

    Ningtyas Dewanasari Kinasih

    17 June 2022
    5 min read
    H1.jpg

    Expert's Corner

    Concierge Adalah: Definisi, Tugas dan Tanggung Jawab, beserta 4 Benefit Layanannya

    Felixitas Yolanda

    15 June 2022
    5 min read

    Video