Careers

Bagaimana Cara Membuat Cerita yang Menarik untuk Dinikmati? Begini 12 Tips Penulisannya!

Published on
Min read
5 min read
time-icon
H1_cara_membuat_cerita.jpg

Kamu punya cukup banyak ide yang ingin dicurahkan ke dalam tulisan? Atau mungkin ingin berbagi cerita mengenai pengalaman hidup yang menarik dan bermanfaat bagi orang lain? Tidak ada salahnya kamu membuat tulisan untuk dinikmati khalayak. Cara membuat cerita yang menarik ternyata tidak sesulit yang kamu kira. Untuk mengenali dasar dan tips kepenulisan saat membuat cerita, simak artikel kali ini hingga selesai, ya. Karena EKRUT akan membahas cara membuat cerita yang menarik dan penjelasan mengenai cerita seperti apa yang baik untuk pembaca.

Baca juga: Mau jadi penulis yang kreatif? Simak 10 tipsnya berikut Ini, dijamin ampuh!

Seperti apa sebuah cerita yang baik?


Cerita yang baik dan menarik mengandung nilai di dalamnya (sumber: pexels)

Tidak ada tolok ukur pasti bagaimana sebuah cerita dianggap baik. Tetapi, kamu bisa melihat bagaimana reaksi pembaca ketika membaca sebuah cerita. Selain itu, lihat juga apakah ada nilai yang bisa diambil dari cerita tersebut, baik pada cerita fiksi maupun cerita non-fiksi. Meski terdapat banyak genre tulisan yang ada di luar sana, tetapi cerita yang baik haruslah memiliki pesan moral, poin pembahasan yang menarik, dan alur cerita yang menawan agar memikat atensi masyarakat untuk membaca. Buatlah cerita dengan alur dan pembahasan yang dikemas secara alami sehingga pembaca juga dapat menarik pemahaman yang sama dengan tujuan kamu menulis cerita tersebut.

Baca juga: 7 tips menjadi freelance writer dengan banyak proyek

12 Cara membuat cerita yang menarik untuk dinikmati


Membuat cerita tidak sulit dengan tips dan trik berikut (sumber: pexels)

Saat menulis, kamu bisa mengeksplorasi berbagai hal dengan metode yang beragam. Tetapi beberapa cara membuat cerita berikut bisa jadi inspirasi bagi para penulis pemula seperti kamu. Yuk, simak tips-tips berikut ini!

1. Tentukan tema yang jelas dan outstanding

Ketika ingin menulis, kamu harus tau apa pembahasan yang akan kamu angkat pada cerita tersebut. Cobalah pilih satu tema yang menarik untuk dibahas. Nantinya, topik ini bisa berisikan beberapa chapter atau sub bab sehingga ceritamu tidak terlihat bertele-tele dan tidak membuat pembaca malas melihat tulisan yang terlalu panjang.

Ada banyak tema yang bisa kamu pilih dari berbagai sumber. Misalkan dari hasil pikiran-pikiran fantasi yang muncul dalam benakmu, atau bisa juga dari kehidupan nyata yang kamu atau orang terdekat alami. Tidak perlu hal yang kompleks, kamu bisa memilih topik sehari-hari yang bisa jadi menjadi keresahan orang lain juga.

2. Kenali siapa target pembaca

Tidak semua cerita bisa dikonsumsi oleh semua umur. Jika topik atau tema yang kamu angkat adalah tema mengenai anak remaja, percintaan remaja, atau bahkan kondisi seseorang saat mengalami quarter life crisis, maka kamu bisa menyesuaikan bahasa yang digunakan dengan tone bahasa yang ringan. Perhatikan juga pemilihan kata atau istilah yang dipakai agar pembaca bisa dengan mudah memahami isi cerita kamu.

Sedangkan untuk cerita yang menarget pembaca anak-anak, kamu bisa memakai gaya bicara di kehidupan sehari-hari karena anak-anak lebih mudah memahami gaya bahasa seperti itu dibandingkan dengan sesuatu yang formal atau bahasa gaul. Dengan mengenali siapa target pembaca, kamu bisa memilih gaya bahasa, pembawaan cerita, isi cerita, dan pesan yang ingin diangkat pada sebuah cerita. Tips satu ini wajib dilakukan agar kamu tidak bingung ketika menulis cerita nanti.

3. Buat kerangka tulisan

Outlining atau proses membuat kerangka tulisan sangat diperlukan pada cara membuat cerita. Tujuannya adalah memudahkan penulis agar tetap pada satu inti pembahasan dan tidak melebar ke topik yang lain. Adanya kerangka tulisan juga memudahkan penulis dalam memahami apa saja isi cerita yang akan ditulis.

Kamu bisa menuliskan beberapa inti cerita dari tema yang telah kamu tuliskan. Misalkan saat kamu ingin menulis cerita mengenai bagaimana kehidupan setelah lulus kuliah. Maka contoh outline atau kerangka tulisan yang bisa kamu tulis, yaitu: 

  • Proses terjadinya kelulusan
  • Apa yang kamu rasakan ketika mendekati waktu kelulusan
  • Kegundahan yang dirasakan
  • Masalah yang dialami
  • Solusi atau jawaban dari masalah yang dialami
  • Apa yang dilakukan setelah lulus
  • Pesan yang ingin disampaikan atau akhir cerita

Itu adalah contoh kasar dari outline yang bisa kamu terapkan pada tutorial cara membuat cerita yang menarik kali ini. Kamu tidak harus membuatnya persis dengan contoh tersebut, kembangkan outline kamu versi kamu sendiri. Buatlah lebih dari 5 poin yang menggambarkan inti cerita kamu nanti. Dari kerangka-kerangka inilah, kamu akan mengembangkan sebuah poin menjadi rangkaian paragraf atau chapter yang menarik.

4. Gunakan teknik storytelling

Banyak penulis mengatakan bahwa cara membuat cerita yang menarik tidak terlepas dengan teknik storytelling. Metode storytelling tidak hanya digunakan pada media audio atau penyampaian verbal saja, tetapi juga bagus diterapkan ketika membuat cerita. Dasar storytelling akan membuat para pembaca merasa nyaman saat mengikuti alur cerita kamu.

Tipsnya, perhatikan alur saat kamu bercerita. Seperti yang kita tahu ada beberapa jenis alur yang bisa digunakan, tetapi jangan sampai hal tersebut membingungkan pembaca kamu, ya. Buat seakan-akan tulisan kamu dapat “bersuara” layaknya ada seseorang sahabat yang sedang bercerita.

5. Perkuat karakter tiap tokoh

Cerita yang menarik untuk dibaca adalah cerita yang dapat membawa pembacanya merasakan atmosfer yang sama dari cerita tersebut. Dari poin tersebut, maka cara membuat cerita kamu menarik selanjutnya adalah dengan memperkuat karakter tokoh di dalam cerita. Mungkin tokoh A bersifat protagonis, tokoh B antagonis, dan sebagainya. Kamu juga bisa menjelaskan secara langsung bagaimana karakter tiap tokoh dan tambahkan sedikit gambaran background tempat, masa lalu, cara pandang tiap tokoh dalam sebuah masalah, dan detail lain mengenai tokoh.

6. Selipkan dialog dengan bahasa sehari-hari

Menambahkan dialog percakapan dengan bahasa sehari-hari  pada cerita bisa memperkuat cerita kamu, lho. Gunakan tanda petik (“) untuk memulai dan mengakhiri percakapan.

Baca juga: Cara Menulis Cerita di Wattpad dan Tips Agar Banyak Pembaca

7. Atur panjang paragraf dan jumlah kata

Selain memperhatikan dari sisi cerita yang dibawakan, kamu juga bisa memperhitungkan panjang paragraf dan jumlah kata pada satu chapter. Ada beberapa penulis yang memberlakukan sistem setiap 3-4 baris akan ganti paragraf atau bisa juga kamu batasi bahwa satu paragraf hanya berisi 5-6 kalimat saja.

Selain dari sisi pengaturan panjang kalimat di setiap paragraf, kamu juga bisa atur jumlah pemaparan cerita dalam satu chapter. Misalkan jika kamu berpaku pada outline yang sudah dibuat, maka dalam satu chapter berisikan 4-6 poin. Nah, dari situ, pastikan bahwa tiap chapter tidak akan berakhir menggantung, namun tetap bisa dilanjutkan di chapter selanjutnya.

8. Berikan konflik dan momen klimaks

Kunci lain dari cara membuat cerita adalah dengan menambahkan konflik dari karakter yang ada. Tetapi jangan sampai porsi konflik terlalu banyak, ya! Karena justru akan membingungkan pembaca dan terkesan terlalu banyak masalah yang dipaksa, sehingga membuat cerita kamu terlihat tidak alami.

Setelah memberi konflik, tambahkan juga momen klimaks dimana masalah yang dialami tadi berada di dalam puncak dan menuju ke penyelesaian atau solusi. Momen klimaks pada cerita ini kebanyakan terjadi ketika masalah sudah cukup banyak dan harus segera diakhiri agar cerita tidak bertele-tele.

9. Tetap dalam alur

Masalah yang paling sering dialami seorang penulis adalah pembahasan yang terkadang melebar dari topik inti pembahasan. Disinilah pentingnya outline dibuat, sehingga writer akan tetap menuliskan cerita sesuai alur yang telah dibuat di awal. Tidak apa jika kamu ingin mengembangkan dan menambahkan outline baru di cerita kamu. Tetapi, pastikan masih berhubungan dengan poin-poin yang dibahas sebelumnya.

10. Tambahkan plot twist

Agar tidak bosan, sisipkan plot twist pada cerita kamu. Membuat plot twist memerlukan ide ‘gila’ dari seorang penulis yang bisa membuat pembaca terkesan dengan cerita tersebut karena alur cerita diluar ekspektasi mereka. Gunakan plot twist yang tetap sesuai dengan rangkaian cerita kamu agar pembaca tetap bisa menikmatinya.

11. Baca kembali hasil tulisan

Setelah cerita selesai, coba baca ulang hasil tulisan kamu. Tidak harus menunggu cerita selesai secara keseluruhan, jika kamu sudah selesai dalam satu chapter, coba baca ulang tulisan pada chapter tersebut. Sehingga kamu tidak perlu banyak mengulang ketika tulisan sudah selesai hingga akhir cerita.

12. Evaluasi, revisi, dan berlatih

Tidak apa jika tulisan yang kamu buat tidak sempurna dan masih memerlukan revisi. Itu artinya, kamu berkesempatan memperbaiki tulisan dan mengerti bagaimana cerita yang menarik dan baik dari berbagai perspektif pembaca. Tetap evaluasi hasil tulisan, benahi yang perlu diperbaiki, dan terus berlatih membuat cerita yang baru.

Baca juga: Content writer, ini 7 aplikasi menulis terbaik di tahun 2022

Menulis cerita tidak hanya menjadi penyalur hobi atau pemikiran saja, kini cukup banyak peluang untuk menjadi content writer di perusahaan-perusahaan ternama yang bisa kamu coba.

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • masterclass.com
  • self-publishing.com
  • write-practice.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    29 November 2022
    6 min read
    business-model-canvas-EKRUT.jpg

    startup

    Segmen Business Model Canvas untuk Merancang Bisnis di Awal

    Nur Lella Junaedi

    29 November 2022
    8 min read
    H1_1._5_Cara_Menjawab_Pertanyaan_“Kenapa_Kami_Harus_Menerima_Anda_”.jpg

    Careers

    Panduan Menjawab “Kenapa Kami Harus Menerima Anda?” Beserta Contohnya

    Anisa Sekarningrum

    29 November 2022
    7 min read

    Video