Published on

Lainnya

5 Contoh Mobilitas Sosial Beserta Dampak Positif dan Negatifnya

Mauditalani

Contoh_Mobilitas_Sosial.jpg

Contoh mobilitas sosial sebenarnya sering kali terjadi di lingkungan sekitar tanpa disadari. Beberapa hal yang dinilai sepele, justru masuk dalam kategori contoh mobilitas sosial. Meski begitu, tahukah kamu apa definisi pasti tentang mobilitas sosial? Istilah ini cukup umum bagi mereka yang mempelajari sosiologi.

Namun, bagi orang awam istilah mobilitas sosial masih sangat asing didengar. Oleh karena itu, pada kesempatan ini terdapat pembahasan mengenai pengertian, faktor pendukung, faktor penghambat, bentuk, dan contoh mobilitas sosial yang perlu diketahui. Berikut pembahasan lengkap mengenai hal tersebut, simak baik-baik, ya!

Apa itu mobilitas sosial?


Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial seseorang. (sumber: unsplash)

Mobilitas sosial adalah istilah yang mengacu pada perpindahan status sosial seseorang. Perpindahan status sosial tersebut bisa dari kedudukan bawah ke tinggi, tinggi ke bawah, atau pun sejajar. Contoh mobilitas sosial paling mudah ditemukan, yakni realitas di masyarakat yang memiliki suatu sistem hierarki sosial.

Pada hierarki sosial, anggaplah terdapat sebuah tangga dengan individu-individu yang sudah tersebar di beberapa tempat. Ada yang berada di posisi tangga atas, tengah, bawah, dan individu yang sedang berusaha mengubah posisinya dengan menaiki tangga menuju ke atas.

Upaya individu untuk mengubah posisi hierarki itulah yang disebut sebagai mobilitas sosial. Ada berbagai macam alasan mengapa orang ingin mencapai puncak, entah karena keluarganya ingin dihormati atau ingin mendapat pengakuan masyarakat (status sosial). Apapun alasannya, semua ini termasuk dalam mobilitas sosial.

Satu hal yang perlu kamu ketahui tentang perpindahan posisi status sosial, yaitu hal ini sangat ditentukan oleh keadaan ekonomi, sosial, dan budaya. Selain itu, adapun faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Sistem ekonomi campuran: Tujuan, kelebihan-kekurangan, dan 3 contohnya

Faktor pendukung mobilitas sosial


Faktor pendukung terjadinya mobilitas sosial. (sumber: unsplash)

Mobilitas sosial tidak terjadi begitu saja di masyarakat. Adanya beberapa faktor pendukung membuat mobilitas sosial bisa berjalan dengan baik di lingkungan masyarakat. Faktor pendukung ini berhubungan langsung dengan ekonomi, pendidikan, struktur demografi, hingga politik di suatu wilayah. Penjelasan lebih lengkapnya sebagai berikut:

1. Kesejahteraan ekonomi


Faktor pendukung mobilitas sosial pertama, yakni kesejahteraan ekonomi. (sumber: unsplash)

Dalam lingkungan masyarakat, terdapat pengelompokkan kategori yang menjadi dasar tolak ukur kesejahteraan ekonomi, yaitu tidak mampu, menengah, dan kaya. Sebenarnya, perbedaan ekonomi ini menimbulkan kesenjangan sosial di masyarakat. Terlebih lagi, umumnya orang kaya lebih dihormati daripada kategori lainnya.

Namun, karena hal itu juga beberapa individu dalam masyarakat menjadi berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, agar dapat meningkatkan posisi status sosial menjadi orang kaya dan mendapat kesejahteraan ekonomi. Inilah yang menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya mobilitas sosial.

2. Struktur masyarakat


Faktor pendukung mobilitas sosial kedua, yakni struktur masyarakat. (sumber: pexels)

Faktor pendukung mobilitas sosial selanjutnya terletak pada struktur masyarakat. Pada dasarnya, masyarakat di dunia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu masyarakat tertutup dan terbuka.

Masyarakat tertutup umumnya menjadikan kasta sebagai pedoman dalam status sosial. Artinya, mereka memilih tetap berada dalam suatu kasta tertentu, tanpa ada keinginan untuk mengubahnya. Berbeda dengan kelompok masyarakat terbuka. Karena adanya kesetaraan peluang di masyarakat, seluruh individu berhak melakukan pencapaian atau prestasi apapun yang diinginkan. Dengan kondisi masyarakat terbuka, potensi terjadinya mobilitas sosial cukup besar.

Baca juga: Ekonomi kreatif: Pengertian, Manfaat, 10 Contoh, dan Faktor Pendorong

3. Struktur demografi


Faktor pendukung mobilitas sosial, yakni struktur demografi. (sumber: unsplash)

Struktur demografi seperti kepadatan penduduk dapat mempengaruhi mobilitas sosial. Apabila suatu wilayah memiliki jumlah penduduk yang melebihi kapasitas, maka proses meningkatkan status sosial semakin sulit. Ini juga berarti mobilitas sosial akan terhambat proses pelaksanaannya.

Sedangkan wilayah dengan jumlah kepadatan penduduk lebih sedikit mempunyai potensi besar terjadi pelaksanaan mobilitas sosial. Karena hal itu, penting bagi wilayah yang mempunyai penduduk banyak melakukan transmigrasi atau perkembangan kota, agar mobilitas sosial bisa terealisasikan dengan baik.

4. Situasi politik


Faktor pendukung mobilitas sosial, yakni situasi politik. (sumber: unsplash)

Politik masuk dalam salah satu faktor pendukung terjadinya mobilitas sosial. Hal ini dikarenakan setiap masa periode seorang pemimpin seperti presiden sudah selesai, maka jajaran di bawahnya seperti menteri pun akan berubah. Nantinya, ada banyak orang baru yang menempati posisi baru dan kenaikan jabatan karyawan lama.

5. Kualitas masing-masing individu


Faktor pendukung mobilitas sosial terakhir yakni, kualitas masing-masing individu. (sumber: pixabay)

Kualitas individu termasuk dalam faktor pendukung mobilitas sosial. Individu yang merasa tidak puas dengan status sosialnya akan melakukan peningkatan diri dan berusaha menambah nilai pada dirinya sendiri. Dengan bantuan pengetahuan dan keterampilannya, individu tersebut bisa mencapai status dan kedudukan sosial lebih tinggi.

Faktor penghambat mobilitas sosial


Faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial. (sumber: pexels)

Selain faktor pendukung, adapun faktor yang menghambat terjadinya mobilitas sosial. Beberapa faktor penghambat tersebut antara lain:

1. Stereotip gender


Faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial, yakni stereotip gender. (sumber: pexels)

Stereotip adalah pandangan atau kepercayaan tertentu yang dianut oleh kelompok maupun individu terhadap suatu hal. Adanya stereotip pada mobilitas sosial terkadang menjadi faktor penghambat. Contohnya, bila ada perempuan melakukan pekerjaan yang umum dipegang laki-laki.

Pasti ada saja beberapa orang yang berpendapat menyakitkan seperti, “Perempuan nggak mungkin bisa lakukan pekerjaan ini.” atau “Perempuan ‘kan lemah, bisa apa memangnya?”. Stereotip seperti itu sangat menghambat keinginan seorang perempuan yang ingin menaikan status sosial lewat pekerjaannya.

2. Diskriminasi


Faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial, yakni diskriminasi. (sumber: pexels)

Contoh mobilitas sosial seperti diskriminasi juga masuk dalam faktor penghambat yang kedua. Diskriminasi adalah suatu sikap membeda-bedakan secara sengaja terhadap golongan-golongan tertentu. Tindakan ini jelas dapat menghambat mobilitas sosial, terutama bila terjadi di lingkungan pekerjaan.

Misalnya, ada individu dari suku, agama, atau ras tertentu yang menjadi karyawan baru di sebuah perusahaan. Sayangnya, karyawan lama pada perusahaan tersebut tidak menyukai suku, agama, atau ras yang dimiliki karyawan baru. Akibatnya, karyawan baru harus merasa terintimidasi dan tertekan saat bekerja. Ini bisa mengganggu karyawan baru dalam berproses membangun karier dan status sosialnya.

3. Kemiskinan


Faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial, yakni kemiskinan. (sumber: unsplash)

Kemiskinan menjadi faktor terakhir yang dapat menghambat mobilitas sosial. Karena tidak mampu membayar biaya sekolah, banyak anak-anak yang harus merelakan pendidikannya dan memilih berhenti sekolah. Hal ini berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia yang rendah.

Sumber daya manusia yang rendah umumnya mengalami kesulitan bersaing dengan mereka yang sumber daya manusianya berkualitas, karena bantuan pendidikan. Akhirnya, mobilitas untuk mendapatkan status sosial tinggi pun jadi terhambat juga.

Baca juga: Kapitalisme: Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya

Bentuk mobilitas sosial


Bentuk mobilitas sosial ada dua yang utama dan tiga tambahan lainnya. (sumber: unsplash)

Bentuk mobilitas sosial paling utama dan cukup populer terdiri dari dua, yakni mobilitas horizontal dan vertikal. Tetapi, masih ada bentuk mobilitas sosial lainnya yang mempunyai definisi berbeda. Selengkapnya simak pembahasan berikut ini.

  • Mobilitas horizontal. Mobilitas horizontal adalah perpindahan kelompok atau individu ke kelompok sosial lain yang sejajar.
  • Mobilitas vertikal. Mobilitas vertikal merupakan perpindahan kelompok atau individu dari suatu kedudukan ke kedudukan sosial lain dengan tidak sejajar.
  • Mobilitas intragenerasi. Mobilitas intragenerasi adalah perpindahan status maupun kedudukan dalam satu generasi yang sama.
  • Mobilitas antargenerasi. Mobilitas antargenerasi adalah perpindahan status atau kedudukan individu maupun kelompok dengan generasi yang berbeda.
  • Mobilitas teritorial. Merupakan perubahan lokalitas, teritori, atau resistensi saat individu maupun kelompok berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Tak hanya bentuk-bentuknya, adapun dampak positif dan negatif yang timbul dari mobilitas sosial. Di antaranya seperti:

1. Dampak positif

  • Adanya perubahan pola pikir, gaya hidup, dan norma pada masyarakat, sehingga mampu membantu meningkatkan integrasi sosial.
  • Karena peningkatan status sosial, lingkungan di sekitar pun semakin luas. Jadi, jika lingkungan positif, maka dampak pada perubahan sosial pun semakin baik.

2. Dampak negatif

  • Mobilitas sosial dapat menimbulkan konflik antar masyarakat, seperti pertentangan individu maupun kelompok, persaingan tidak sehat, dan masih banyak lagi.
  • Mampu mempengaruhi kondisi mental seseorang, karena orang di sekitar terlalu berambisi meraih posisi yang diinginkan.

Baca juga: UMKM Adalah: Pengertian, Jenis, dan 3 Kontribusinya bagi Perekonomian

Contoh mobilitas sosial


Contoh mobilitas sosial. (sumber: unsplash)

Setelah mengetahui bentuk dan dampaknya, tak lengkap jika kita belum membahas contoh mobilitas sosial. Di bawah ini akan diberikan contoh mobilitas sosial pada masing-masing bentuk yang telah dijabarkan sebelumnya. Yuk, simak apa saja contoh mobilitas sosial dari kelima bentuk sebelumnya.

1. Contoh mobilitas sosial horizontal


Contoh mobilitas sosial horizontal. (sumber: unsplash)

Mobilitas horizontal merupakan perpindahan individu atau kelompok yang terjadi secara sejajar. Ini mengartikan perubahan status sosial tidak terjadi dan hanya beberapa kondisi saja yang berubah.

Contoh mobilitas sosial horizontal adalah dipindahtugaskannya dokter dari perkotaan ke wilayah pedesaan. Ini menjadi contoh mobilitas sosial horizontal, karena dokter tidak berubah status sosialnya, melainkan hanya dipindahtugaskan saja.

2. Mobilitas sosial vertikal


Contoh mobilitas sosial vertikal. (sumber: unsplash)

Mobilitas sosial vertikal dibedakan menjadi dua, yakni naik dan turun. Mobilitas vertikal naik artinya terjadi perubahan kedudukan sosial individu atau kelompok dari rendah ke kedudukan lebih tinggi. Contoh mobilitas sosial vertikal adalah kenaikan jabatan pada karyawan perusahaan.

Sedangkan mobilitas vertikal turun berarti perubahan kedudukan sosial individu atau kelompok dari tinggi ke kedudukan lebih rendah. Contoh mobilitas sosial vertikal turun adalah seorang pekerja yang mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau dipecat dari perusahaan.

3. Mobilitas intragenerasi


Contoh mobilitas sosial intragenerasi. (sumber: unsplash)

Mobilitas sosial intragenerasi adalah perpindahan status sosial yang terjadi pada satu generasi yang sama. Contoh mobilitas sosial intragenerasi adalah seorang barista berbakat yang berakhir mendirikan coffee shop-nya sendiri dan sukses menjadi pengusaha terkenal.

4. Contoh mobilitas sosial antargenerasi


Contoh mobilitas sosial antargenerasi. (sumber: unsplash)

Pengertian dari mobilitas antargenerasi adalah perpindahan status sosial pada individu atau kelompok dengan generasi yang berbeda. Contoh mobilitas sosial antargenerasi adalah seorang anak yang berhasil menjadi artis terkenal. Karena kesuksesan tersebut, perubahan status sosial bukan hanya meningkat pada anak saja, tetapi orang tua pun juga terkena dampaknya.

5. Mobilitas teritorial


Contoh mobilitas sosial teritorial. (sumber: unsplash)

Mobilitas teritorial adalah perubahan saat individu maupun kelompok berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh mobilitas sosial teritorial adalah suatu keluarga yang melakukan transmigrasi dari Jakarta ke Kalimantan. Setelah beberapa tahun di sana, ternyata keluarga tersebut mengalami peningkatan status sosial, karena kebun kelapa sawit mereka sukses besar.

Baca juga: 12 Cara mewujudkan financial freedom dengan realistis dan tepat guna

Itulah pembahasan mengenai contoh mobilitas sosial, pengertian, faktor, dan bentuknya yang perlu diketahui. Dari penjabaran contoh mobilitas sosial di atas, apakah kamu pernah mengalami atau melihat salah satu kejadian tersebut?

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • corporatefinanceinstitute.com
  • shareyouressays.com
  • studylecturenotes.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Kenali_Investasi_Reksa_Dana_Pendapatan_Tetap_(RDPT)_beserta_Kelebihan_dan_Kekurangannya.png

    Lainnya

    Kenali Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) beserta Kelebihan dan Kekurangannya

    Sylvia Rheny

    28 June 2022
    6 min read
    H1_Honorarium.jpg

    Lainnya

    Honorarium: Definisi, Ketentuan Hukum, dan Bedanya dengan Gaji

    Algonz D.B. Raharja

    27 June 2022
    5 min read
    H1_Total_Cost_Definisi__Manfaat__Jenis__Hingga_Rumus_dan_Contohnya.jpg

    Lainnya

    Total Cost: Definisi, Manfaat, Jenis, hingga Rumus dan Contohnya

    Sartika Nuralifah

    22 June 2022
    5 min read

    Video