Published on

Lainnya

Emiten Adalah: Definisi, Fungsi, Bedanya dengan Perusahaan Publik, dan 3 Contohnya.

Luqman Hafidz

H1_Emiten_adalah__Definisi__Fungsi__bedanya_dengan_perusahaan_publik__dan_3_contohnya.jpg

Perkembangan arus informasi yang semakin tidak terbendung membawa pemahaman publik akan bidang modal dan investasi yang semakin terbuka bebas. Tak tanggung-tanggung, perusahaan startup keuangan dan investasi semakin menjamur dan semakin banyak pemain baru. Satu kata yang cukup sering terdengar adalah emiten. Artikel ini akan membahas pengertian, fungsi, serta seluk beluk dari emiten.

Baca juga: 9 Jenis Saham dan Penjelasannya yang Wajib Investor Pahami agar Selalu Cuan!

Apa itu emiten?


Emiten adalah pihak yang melantai di bursa efek (Sumber: Shutterstock)

Dikutip dari laman OJK, emiten adalah pihak yang melantai di bursa efek. Sedangkan efek yang dimaksud dalam bursa efek bisa bermacam-macam seperti saham, obligasi, surat utang, surat pengakuan utang, hingga tanda bukti utang. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), emiten didefinisikan sebagai badan usaha (pemerintah) yang mengeluarkan kertas berharga untuk diperjualbelikan.

Fungsi emiten


Emiten akan berfungsi sebagai pihak yang mengelola dana dari investor (Sumber: Shutterstock)

Emiten, baik itu perseorangan maupun perusahaan membutuhkan dana yang besar untuk memperbesar skala produksi bisnis yang dijalankan. Investor merupakan orang-orang yang memiliki pundi-pundi uang yang banyak. Sedangkan bursa efek atau pasar modal adalah tempat dimana emiten dan investor bertemu.

Perekonomian negara secara keseluruhan akan menjadi lebih baik jika angka pertumbuhan negara yang semakin tinggi. Hal ini dapat dicapai apabila para emiten mendapat suntikan dana dari para investor melalui pasar modal. Dengan begitu, emiten akan berfungsi sebagai pihak yang mengelola dana dari investor sehingga angka pertumbuhan negara semakin naik dan perekonomian negara semakin meroket.

Baca juga: Apa itu investor? Berikut 2 jenis utama dan panduan untuk memulainya

Bedanya emiten dengan perusahaan publik


Pendaftaran menjadi emiten dan perusahaan publik melalui kanal yang berbeda (Sumber: Shutterstock)

Kalau kamu mengunjungi laman OJK, kamu mungkin akan bingung dengan perbedaan emiten dan perusahaan publik. Singkatnya, perusahaan publik adalah level kedua dari emiten karena ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi untuk merubah status emiten menjadi perusahaan publik.

Salah dua di antaranya adalah penyetoran modal paling sedikit tiga miliar rupiah wajib disetorkan ke pasar saham yang setidaknya dimiliki oleh seratus pemegang saham. Selain itu, saat melakukan pendaftaran awal di pasar modal, emiten dan perusahaan publik mendaftar melalui kanal yang berbeda.

Syarat menjadi emiten


Operasional selama 12 bulan dengan audit laporan keuangan menjadi salah dua syarat menjadi Emiten (Sumber: Shutterstock)

Langkah yang perlu dilakukan untuk menjadi emiten adalah melakukan pembukaan saham di pasar modal. Istilah yang biasa dipakai adalah IPO atau Initial Public Offering. Istilah lain melantai di bursa efek juga dapat dipakai, namun untuk menjadi emiten ada beberapa syarat yang harus dipersiapkan. Berikut daftarnya:

Syarat Emiten Perusahaan Publik
Lama operasional Minimal 12 bulan Minimal 36 bulan
Audit laporan keuangan Ya Ya
Aktiva berwujud bersih Minimal 5 miliar Minimal 100 miliar
Jumlah pemegang saham Minimal 500 Minimal 1000

Baca juga: Investasi bodong dan cara menghindarinya

Contoh emiten


Ada penggunaan notasi khusus kombinasi 4 huruf sebagai representasi Emiten di Bursa Efek (Sumber: Marga Santoso via Unsplash)

Setelah mengetahui definisi, fungsi, perbedaan emiten dan perusahaan publik, serta syarat-syarat yang telah ditentukan oleh BEI dan OJK, berikut beberapa contoh emiten yang telah melantai di BEI dari sektor agrobisnis, pertambangan, dan keuangan.

1. Emiten agrobisnis

Emiten agrobisnis pada tahun 2017 memiliki laba bersih bernilai 2 triliun rupiah. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan bidang usaha industri ternak, pembibitan, budidaya ayam ras serta pengolahannya, industri pengolahan makanan, pengawetan daging ayam dan sapi menjadi perusahaan dengan pendapatan YOY tertinggi bertotal hampir 39 triliun rupiah.

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menduduki posisi kedua sebagai emiten dengan pendapatan terbesar kedua senilai 29,8 triliun.

Baca juga: 6 Cara menabung saham bagi pekerja kantoran

2. Emiten pertambangan dan kehutanan

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) , PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), dan PT Medco Energi Internasional Tbk merupakan lima perusahaan publik dengan keuntungan tertinggi selama tahun 2017. Total pendapatan lima perusahaan tersebut secara berurutan adalah 33 triliun, 18 triliun, 14 triliun, 9 triliun, dan 8 triliun.

3. Keuangan

Sektor keuangan dalam BEI dibagi menjadi lima subsektor, yakni perbankan dengan beberapa contoh emiten seperti BBRI untuk PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk dan BBCA untuk PT Bank Central Asia Tbk. Sedangkan empat sektor lainnya adalah asuransi, pembiayaan, sekuritas, dan investasi.

Baca juga: 10 Sekuritas Terbaik Indonesia, Aman untuk Investasi Saham

Nah, setelah mengetahui seluk-beluk emiten, apakah kamu mulai tertarik menjadi investor? Atau ingin memulai karir di perusahaan yang telah melantai di BEI? Jika kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!

Rekomendasi Bacaan: 

Sumber:

  • Otoritas Jasa Keuangan
  • Bursa Efek Indonesia
  • LifePal Insurance

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Biaya_Implisit_Adalah.jpg

    Lainnya

    Mengenal Perbedaan Biaya Implisit dan Biaya Eksplisit beserta Contohnya

    Mauditalani

    20 September 2022
    7 min read
    Mengenal_Apa_Saja_Kelebihan_dan_Kekurangan_Kartu_Debit_dan_Cara_Menjaga_Keamanannya.jpg

    Lainnya

    Debit Adalah : Pengertian, Kelebihan, dan Cara Menjaga Keamanannya

    Sylvia Rheny

    14 September 2022
    5 min read
    H1_fintech_indonesia.jpg

    Technology

    10 Aplikasi Fintech Indonesia Lengkap dengan Ruang Lingkup Bisnisnya

    Alvina Vivian

    12 September 2022
    6 min read

    Video