Published on

Careers

Mengenal 4 jenis pekerja atau tenaga kerja yang ada di Indonesia

Sherentina Rhany K

H1.jpg

Sebagai warga negara Indonesia, apakah kamu tahu pentingnya peranan tenaga kerja di suatu negara? Kira–kira, ada apa saja ya jenis–jenis pekerja atau tenaga kerja yang ada di Indonesia? Yuk, simak penjelasan di bawah!

Baca juga: Apa itu Venture Capitalist (VC)? Berikut jenis pendanaan dan posisinya dalam perusahaan!

Pentingnya pekerja atau tenaga kerja dalam suatu negara


Tenaga kerja termasuk aset penting suatu negara. (Sumber: Pexels)

Tahukah kamu jika peran tenaga kerja dalam suatu negara sangat penting dalam pembangunan nasional? Hal tersebut dapat dikatakan demikian karena tenaga kerja memiliki peran sebagai penggerak perekonomian, dimana tenaga kerja adalah objek yang perlu dibangun sekaligus subjek pelaku pembangunan itu sendiri.

Dilansir dari website Disnakertrans Kalteng, disebutkan jika bahkan pendapatan suatu negara sesungguhnya berasal dari hasil pekerja atau tenaga kerja. Maka dari itu, tanpa adanya tenaga kerja atau produktivitas suatu negara tidak akan maju dan tidak dapat bersaing dengan negara–negara lain.

Baca juga: 8 Hak pekerja wanita yang wajib kamu ketahui

4 Jenis pekerja di Indonesia


Diantara banyaknya jenis–jenis pekerja di Indonesia, jenis tenaga kerja jasmani tergolong sangat banyak ditemukan di Indonesia. (Sumber: Pexels)

Umumnya, warga negara Indonesia memiliki syarat tertentu agar dapat menjadi seorang tenaga kerja, salah satunya seperti batasan umur. Umur yang diperbolehkan untuk produktif sebagai tenaga kerja yaitu diantara 18 tahun hingga 64 tahun. Selanjutnya, dari umur tersebut dapat terbagi menjadi berbagai jenis–jenis pekerja seperti di bawah ini.

1. Tenaga kerja menurut kemampuannya


Diantara 3 jenis–jenis pekerja berdasarkan kemampuannya, tenaga kerja terdidik adalah satu–satunya jenis yang membutuhkan pendidikan formal. (Sumber: Pexels)

Jenis–jenis pekerja atau tenaga kerja berdasarkan kemampuannya terbagi menjadi:

  • Tenaga kerja terdidik. Tenaga kerja ini mendapat kemampuannya mengenai bidang tertentu melalui pendidikan formal minimal lulus dengan predikat S1. Contoh profesi yang termasuk dalam jenis ini yaitu arsitek, dokter.
  • Tenaga kerja terlatih. Pada jenis tenaga kerja ini umumnya pekerja dapat mengandalkan keterampilan atau kemampuan khusus yang dimiliki. Tenaga kerja terlatih tidak memerlukan pendidikan tinggi, namun cukup dengan pelatihan sebelum akhirnya dapat terjun melaksanakan pekerjaan. Contoh pekerjaan yang memerlukan jenis tenaga kerja ini adalah musisi, sopir bus/truk.
  • Tenaga kerja tidak terdidik. Ada juga tenaga kerja tidak terdidik, jenis–jenis pekerja yang termasuk dalam jenis ini yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan atau pelatihan khusus untuk menjalankan pekerjaan. Tenaga kerja ini cukup mengandalkan tenaga mereka agar pekerjaan dapat dilakukan. Salah satu contohnya yaitu seorang kuli bangunan.

Baca juga: 8 Alasan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja (K3)

2. Tenaga kerja menurut sifatnya


Tenaga kerja rohani dan tenaga kerja terdidik adalah jenis–jenis pekerja yang cenderung bekerja menggunakan pikiran. (Sumber: Pexels)

Jika dilansir dari Smart Presence, tenaga kerja berdasarkan sifatnya dapat dibagi menjadi 2 jenis, diantaranya sebagai berikut.

  • Tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja jenis ini merupakan jenis yang banyak ditemui di Indonesia. Jenis ini adalah tenaga kerja yang memiliki tuntutan untuk menggunakan tenaganya dalam bekerja. Pekerja tidak perlu berpikir dengan keras agar pekerjaannya dapat terselesaikan. Contoh pekerjaan yang termasuk dalam jenis ini yaitu buruh tani, nelayan, tukang.
  • Tenaga kerja rohani. Selanjutnya terdapat tenaga kerja rohani. Jenis ini berbanding terbalik dengan tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja rohani dituntut untuk menggunakan pikiran dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Contoh umumnya yaitu pekerja kantoran, guru, manajer perusahaan.

Baca juga: Pentingnya kesejahteraan karyawan bagi kualitas pekerja

3. Tenaga kerja menurut jenis pekerjaannya


Jenis–jenis pekerja berdasarkan jenis pekerjaannya memiliki keterkaitan yang erat satu sama lain. (Sumber: Pexels)

Jenis–jenis pekerja atau tenaga kerja berdasarkan jenis pekerjaannya terbagi ke dalam 3 macam, diantaranya:

  • Tenaga kerja lapangan. Tenaga kerja ini merupakan tenaga kerja yang terjun langsung ke lapangan atau dapat juga berhubungan secara langsung dengan konsumen. Contoh pekerjaan yang menggambarkan istilah di atas yaitu marketing lapangan.
  • Tenaga kerja pabrik. Sesuai dengan namanya, tenaga kerja ini bekerja di bagian pabrik atau di bagian produksi. Contoh tenaga kerja jenis ini yaitu buruh pabrik yang bekerja pada bagian produksi.
  • Tenaga kerja kantor. Umumnya pekerja jenis ini membutuhkan tingkat pendidikan yang tinggi. Mereka membutuhkan skill khusus untuk dapat bekerja. Contoh pekerjaan yang sesuai dengan jenis ini adalah bagian administrasi atau keuangan.

Baca juga: Begini Perbedaan PKWT Dan PKWTT Yang Wajib Pekerja Tahu

4. Tenaga kerja menurut hubungannya dengan produk


Dari banyaknya jenis–jenis pekerja, tenaga kerja langsung cenderung lebih menggunakan banyak tenaga dalam bekerja. (Sumber: Pexels)

Selanjutnya, terdapat jenis–jenis pekerja yang dibagi berdasarkan hubungannya dengan produk. Jenis ini terbagi ke dalam 2 macam, berikut merupakan penjelasan dari masing–masing jenis.

  • Tenaga kerja langsung. Tenaga kerja langsung di sini berarti mereka yang bekerja atau menangani secara langsung dalam proses produksi suatu produk. Umumnya, pada perusahaan yang berskala cukup besar akan membutuhkan tenaga kerja langsung yang cukup banyak, hal tersebut dilakukan agar proses produksi dapat berjalan lebih cepat guna memenuhi kebutuhan pasar. Contoh tenaga kerja langsung diantaranya yaitu tukang jahit untuk perusahaan tekstil, koki restoran, pengrajin gerabah. 
  • Tenaga kerja tidak langsung. Berbeda dengan jenis sebelumnya, jenis ini cenderung lebih sedikit menggunakan tenaga dalam bekerja, karena tugas mereka bukan sebagai pencipta atau pembuat produk melainkan sebagai perencana dan pengawas proses produksi. Jenis tenaga kerja ini cenderung memiliki pendidikan yang tinggi. Contohnya seperti direktur, manajer, produser.

Baca juga: Mengetahui Seluk Beluk Aturan Tenaga Kerja Asing Di Indonesia

Sekian beberapa jenis pekerja yang ada di Indonesia beserta contohnya. Semoga dengan ulasan di atas kamu dapat lebih paham dan mengerti porsi masing–masing tenaga kerja, ya!

Apabila kamu sedang mencari pekerjaan, kamu bisa memulai karirmu dengan mendaftarkan diri di EKRUT. EKRUT menyediakan berbagai kesempatan kerja yang dapat kamu sesuaikan dengan bidang yang kamu kuasai. Dapatkan juga berbagai tips & insight menarik untuk pengembangan karier kamu melalui YouTube EKRUTtv, salah satunya “Tenaga kerja digital Indonesia” di bawah ini.

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

Sumber:

  • disnakertrans.kalteng.go.id
  • smartpresence.id
  • kelaspintar.id
  • neliti.com
  • merdeka.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_mrp_adalah.jpg

    Careers

    Mengenal MRP (Material Requirements Planning), dari Definisi hingga Tahapannya

    Alvina Vivian

    15 August 2022
    6 min read
    h1_system.jpg

    Careers

    System Administrator: Pengertian, Tanggung Jawab, dan Skill yang Harus Dimilikinya

    Tio Derma

    15 August 2022
    7 min read
    H1-30_Contoh_Kalimat_Aktif_dan_Pasif_beserta_Jenis_dan_Ciri-cirinya.jpg

    Careers

    30 Contoh Kalimat Aktif dan Pasif beserta Jenis dan Ciri-cirinya

    Lita Lia

    15 August 2022
    8 min read

    Video