Published on

Lainnya

Neraca Adalah: Pengertian, Unsur, Manfaat, 2 Jenis, dan Contohnya

Algonz D.B. Raharja

H1_Neraca.jpg

Istilah neraca umum dikenal dalam dunia akuntansi atau keuangan. Bagi kamu yang bersekolah atau berkuliah di bidang tersebut, tentu istilah neraca tak asing lagi bagimu. Namun, bagi mereka yang awam dengan dunia keuangan, istilah ini bisa saja sedikit rancu karena juga dipakai dalam bidang lain seperti fisika. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu neraca beserta unsur-unsur dan jenisnya, mari kita simak ulasan berikut ini.

Apa itu neraca?


Neraca merupakan laporan keuangan yang mencatat aset, kewajiban, dan modal ekuitas (Sumber: Pexels)

Menurut KBBI, neraca dalam bidang perdagangan atau keuangan adalah catatan perbandingan untung rugi, utang piutang, pemasukan dan pengeluaran, dan sebagainya.

Dilansir dari risalah ilmiah yang dirangkum Thahir, menurut Woelfel, neraca merupakan salah satu jenis laporan keuangan yang umum dikeluarkan oleh perusahaan. Neraca atau balance sheet merupakan suatu laporan yang menggambarkan mengenai jumlah aktiva, utang, serta modal suatu perusahaan pada saat tertentu.

Keown dkk mendefinisikan neraca sebagai bagian dari laporan keuangan yang menunjukkan keadaan suatu unit usaha pada tanggal tertentu dan terdiri atas dua bagian yaitu aktiva dan pasiva.

Thahir juga merangkum definisi neraca menurut Smith dan Skousen yang mengartikan neraca sebagai laporan pada suatu saat tertentu mengenai sumber daya perusahaan (aktiva), utang atau kewajiban, dan klaim kepemilikan terhadap sumber daya atau ekuitas pemilik.

Secara umum, neraca dapat dibuat dalam dua bentuk yaitu bentuk T dan bentuk L. Neraca bentuk T menempatkan aktiva pada bagian kiri dan utang serta modal di bagian kanan. Sedangkan pada neraca bentuk L, semua harta perusahaan ditempatkan pada bagian atas neraca, sedangkan utang dan modal ditempatkan pada bagian bawah neraca.

Baca juga: 5 Contoh Format Laporan Keuangan Bulanan Excel

Unsur-unsur pada neraca


Unsur utama dalam neraca adalah aktiva, kewajiban atau utang, dan ekuitas atau modal (Sumber: Pexels)

Dilansir dari CFI, neraca memiliki unsur-unsur baku yang termuat di dalamnya. Unsur-unsur ini secara umum meliputi aset, kewajiban (liabilities) dan ekuitas atau modal. Berikut ini adalah unsur-unsur dalam neraca dan penjelasannya.

1. Aset lancar

Unsur dalam neraca yang bisa dibilang memiliki likuiditas tinggi adalah aset. Aset atau kas ini dapat berupa uang tunai. Selain itu, ada pula piutang atau pendapatan penjualan yang masih dikreditkan.

Objek lain yang termasuk dalam aset adalah inventaris yang bisa berupa barang mentah, barang dalam proses produksi, atau barang jadi. Umumnya, objek inventaris digunakan dalam neraca untuk mencatat kepemilikan terhadap barang yang mudah diuangkan.

2. Aset tidak lancar

Berkebalikan dengan aset lancar, aset tidak lancar merupakan aset perusahaan yang dicatat dalam neraca dengan likuiditas rendah. Aset ini umumnya meliputi tanah, bangunan, properti, dan peralatan operasional. Aset berwujud ini juga memiliki penyusutan nilai di mana dalam neraca dicatatkan sebagai akumulasi penyusutan.

3. Kewajiban lancar

Salah satu objek utama dari kewajiban lancar adalah akun utang usaha. Utang usaha merupakan jumlah utang perusahaan kepada pemasok untuk barang atau jasa yang dibeli secara kredit. Pelunasan utang usaha akan mengurangi jumlah kas. Utang juga mencakup utang jangka panjang dan utang jangka pendek.

4. Kewajiban tidak lancar

Kewajiban tidak lancar umumnya berupa utang obligasi atau utang yang memiliki beban bunga dan pembayaran pokok untuk tiap periode.

5. Ekuitas atau modal

Ekuitas merupakan nilai dana yang telah diinvestasikan pemegang saham di suatu perusahaan. Pemasukan uang tunai untuk modal pertama ini merupakan objek utama dari akun modal. Sedangkan, pendapatan atau laba dicatatkan pula pada neraca dan nantinya akan dikurangi oleh dividen kepada para pemegang saham.

Baca juga: 5 Contoh Laporan Arus Kas dan Panduan Pembuatannya

Manfaat neraca


Pelaporan keuangan dengan neraca memudahkan proses analisis kesehatan keuangan suatu perusahaan (Sumber: Pexels)

Menurut Investopedia, neraca memiliki beberapa manfaat utama yang meliputi beberapa hal sebagai berikut.

1. Laporan keuangan

Secara definitif, neraca bermanfaat sebagai laporan keuangan perusahaan terkait aset, kewajiban, dan modal. Adanya neraca dapat menjadi basis laporan keuangan atau finansial suatu perusahaan yang rinci.

2. Analisis keuangan

Tanpa adanya neraca sebagai basis laporan keuangan, sebuah perusahaan akan kesulitan untuk menganalisis atau menentukan rasio keuangan pada tiap periode waktu tertentu.

3. Menentukan kesehatan finansial

Bagi eksekutif atau investor, neraca menjadi basis untuk menentukan kesehatan finansial suatu perusahaan. Neraca menjadi salah satu dari tiga laporan keuangan penting di samping laporan laba rugi dan laporan arus kas.

Berdasarkan neraca ini pula pihak eksekutif perusahaan dapat menemukan bagaimana aset mereka berkembang dan kewajiban utang mana saja yang hendak dibayarkan dalam tempo tertentu. Begitu juga mereka dapat mengevaluasi penyusutan terhadap modal atau ekuitas.

Baca juga: 4 Contoh Laporan Laba Rugi, Komponen, dan Cara Pembuatannya

Jenis neraca


Neraca memiliki dua jenis utama yaitu bentuk T atau skontro dan bentuk L atau staffel (Sumber: Pexels)

Dilansir dari buku “Dasar-dasar Analisa Laporan Keuangan” yang ditulis Wastam Wahyu Hidayat, neraca memiliki dua jenis atau bentuk utama. Berikut ini adalah jenis-jenis neraca tersebut.

1. Neraca bentuk skontro (T)

Neraca bentuk skontro merupakan pencatatan akun di mana semua aktiva berada di sebelah kiri (debit), sedangkan utang serta modal tercantum di sisi sebalah kanan (kredit).

2. Neraca bentuk vertikal/staffel (L)

Neraca bentuk vertikal atau bentuk L merupakan pencatatan akun di mana semua aktiva diletakkan di bagian atas neraca. Sedangkan, untuk utang jangka pendek, jangka panjang, dan modal mengikuti di bawah aktiva.

Sebagai catatan, penyusunan neraca memiliki beberapa aturan khusus yang adalah sebagai berikut.

  • Memiliki judul laporan yang menyertakan nama perusahaan, nama neraca, dan tanggal penyusunan
  • Penilaian harta ditulis berdasarkan harga pokok
  • Pengelompokkan pos-pos dalam neraca didasarkan secara tepat atau sejenis
  • Jumlah keseluruhan antara kedua sisi neraca harus seimbang
  • Mematuhi aturan baku bahwa jumlah Aktiva = Kewajiban + Modal

Baca juga: Apa Itu Rasio Keuangan? Berikut Manfaat, Jenis, dan 4 Rumusnya

Contoh neraca


Berikut ini adalah contoh-contoh neraca (Sumber: Pexels)

Adapun beberapa contoh neraca dapat dilihat dari beberapa contoh di bawah ini.

1. Contoh neraca bentuk T


Contoh neraca bentuk T (Sumber: accountingcoach.com)

2. Contoh neraca bentuk T


Contoh neraca bentuk T atau skontro (Sumber: pakar.co.id)

3. Contoh neraca staffel (L)


Contoh neraca bentuk L atau staffel dengan aktiva di bagian atas (Sumber: corporatefinanceinstitute.com)

4. Contoh neraca bentuk L (staffel)


Contoh neraca bentuk L atau staffel (saintif.com)

Baca juga: Apa Itu Akuntan? Cari Tahu Pengertiannya

Nah, itulah tadi pengertian neraca beserta unsur-unsur yang ada di dalamnya dan beberapa contohnya. Kamu bisa menjadikan beberapa contoh di atas sebagai acuan untuk belajar membuat laporan neraca untuk bisnis kecil-kecilan yang kamu bangun. Atau jika kamu telah mahir membuat neraca, maka kamu perlu menyalurkan keahlian ini untuk perusahaan tertentu.

Bangun kariermu di bidang keuangan dengan terus mencari informasi tentang karier di EKRUT. Tak hanya berbagi informasi, EKRUT juga memberikan banyak kesempatan kerja yang dapat kamu coba untuk apply.

Caranya mudah, kamu hanya perlu membuat CV terbaikmu lalu klik tautan di bawah ini untuk mendaftar lewat EKRUT dan mulai petualangan kariermu.

Sumber:

  • lontar.ui.ac.id
  • corporatefinanceinstitute.com
  • investopedia.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Biaya_Implisit_Adalah.jpg

    Lainnya

    Mengenal Perbedaan Biaya Implisit dan Biaya Eksplisit beserta Contohnya

    Mauditalani

    20 September 2022
    7 min read
    Mengenal_Apa_Saja_Kelebihan_dan_Kekurangan_Kartu_Debit_dan_Cara_Menjaga_Keamanannya.jpg

    Lainnya

    Debit Adalah : Pengertian, Kelebihan, dan Cara Menjaga Keamanannya

    Sylvia Rheny

    14 September 2022
    5 min read
    H1_fintech_indonesia.jpg

    Technology

    10 Aplikasi Fintech Indonesia Lengkap dengan Ruang Lingkup Bisnisnya

    Alvina Vivian

    12 September 2022
    6 min read

    Video