Published on

Lainnya

Prive Adalah : Kategori, Karakteristik, 4 Tips Pengelolaan

Algonz D.B. Raharja

H1_Prive.jpg

Buat kamu yang pernah mengenyam pendidikan akuntansi atau keterampilan jasa, tentu istilah prive cukup akrab bagi kamu. Namun, istilah ini tak melulu dikenal oleh masyarakat awam. Nah, agar mengenal dan mengetahui apa itu prive, maka mari simak ulasan berikut ini.

Apa itu prive?


Prive merupakan praktik penarikan modal oleh pemilik perusahaan (Sumber: Pexels)

Dilansir dari situs Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta, prive didefinisikan sebagai penarikan modal atau aset yang dilakukan oleh para investor untuk kebutuhan pribadi dan bukan untuk kepentingan perseroan. Prive erat kaitannya dengan modal atau aset yang dimiliki seseorang pada sebuah badan usaha seperti CV, Perseroan, dan berbagai badan usaha lain.

Istilah “prive” dikenal juga sebagai owner withdrawals yang berupa akun kontra-ekuitas. Hal ini berarti bahwa laporan prive atau penarikan pemilik ini dilaporkan di bagian ekuitas dari neraca, tetapi saldo normalnya adalah kebalikan dari akun ekuitas biasa. Akun ekuitas normal memiliki saldo kredit, sedangkan rekening penarikan memiliki saldo debit.

Penarikan oleh pemilik atau prive juga dapat diartikan sebagai transfer uang tunai dari suatu bisnis kepada pemilik atau investornya. Transfer tunai ini mengurangi jumlah ekuitas yang tersisa dalam bisnis, tetapi tidak berdampak pada profitabilitas entitas perusahaan atau bisnis. Penarikan prive dapat terjadi ketika sebuah organisasi mengeluarkan uang ekstra, atau ketika pemilik memiliki kebutuhan pribadi mendesak untuk dana tersebut.

Secara umum, kita dapat mengartikan prive sebagai penarikan modal atau ekuitas yang dilakukan oleh pemilik usaha atau investor untuk keperluan pribadi. Modal ini bisa berbentuk dana atau aset perusahaan. Beberapa perusahaan memiliki prosedur tertentu untuk penarikan pemilik atau prive ini agar aktivitas ini tidak berdampak negatif bagi keuangan perusahaan. 

Perlu dicatat bahwa akun prive biasanya berkaitan dengan sebuah bisnis atau badan usaha yang tidak berbadan hukum seperti kemitraan, perseorangan, atau CV.

Baca Juga: 5 Contoh Format Laporan Keuangan Bulanan Excel

4 Kategori transaksi prive


Berikut adalah 4 kategori transaksi prive (Sumber: Pexels)

Aktivitas prive atau penarikan dana dan aset oleh pemilik perusahaan mencakup beberapa kategori utama yang dapat dimasukkan dalam ranah prive itu sendiri. Adapun keempat kategori transaksi yang termasuk prive akan dijelaskan lewat rincian di bawah ini.

1. Penarikan modal oleh sekutu aktif atau pasif

Dalam kepengurusan sebuah badan usaha, khususnya CV (persekutuan komanditer) terdapat sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu pasif merupakan sekutu pelepas modal atau uang, sedangkan sekutu aktif adalah mereka yang bertindak mengurus badan usaha.

Sekutu aktif dalam CV memiliki tanggung jawab sampai dengan harta pribadi dan bertindak menjalankan perusahaan serta melakukan perjanjian atau relasi hukum dengan pihak lain. Sedangkan, sekutu pasif hanyalah penyerta modal dan tidak turut dalam pengurusan perusahaan.

Prive dapat dilakukan oleh kedua pihak, baik sekutu aktif maupun pasif yang membebankan penarikan pada aset perusahaan, baik dana maupun lainnya dan tercatat dalam akuntansi perusahaan.

2. Anggota persekutuan komanditer atau commanditaire vennootschap yang memakai dana perusahaan

Hampir serupa dengan kategori sebelumnya, dalam perusahaan berbentuk persekutuan terdapat beberapa anggota persekutuan yang mungkin memiliki hak untuk menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi. Dana ini tentunya akan tercatat sebagai prive dalam pencatatan keuangan perusahaan.

Penarikan dana untuk kepentingan pribadi anggota persekutuan ditentukan secara resmi dalam peraturan perusahaan dan kesepakatan bersama. Hal ini harus dipahami dan juga dijalankan oleh seluruh anggota persekutuan agar secara finansial perusahaan dapat stabil tanpa terganggu.

Baca Juga: 6 Cara Menjadi Konsultan Keuangan yang Hebat

3. Pembagian keuntungan

Dalam perusahaan atau badan usaha terdapat pula pembagian keuntungan kepada para investor. Pembagian keuntungan ini sejatinya masuk dalam kategori prive karena mencakup keuangan perusahaan dari keuntungan usaha yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu. Prive mencatat hal ini karena melibatkan para pemilik atau investor perusahaan dan juga penguasaan atas keuangan perusahaan secara langsung.

4. Gaji atau upah untuk sekutu aktif dan sekutu pasif

Secara umum, prive juga meliputi kategori gaji milik sekutu aktif dan sekutu pasif yang belum terbagi dalam saham perusahaan. Beberapa orang anggota persekutuan badan usaha juga berperan aktif dalam kepengurusan perusahaan dan hal ini berarti mereka berhak atas gaji atau upah sebagai pekerja. Untuk menyiasati keuangan oleh karena kondisi tersebut, akun prive dibuat untuk mencakup proses penggajian sekutu aktif dan pasif, dengan catatan belum masuk dalam skema pembagian dividen.

Baca Juga: Mengenal Profesi Account Payable Hingga Peranannya

Karakteristik akun prive


Salah satu karakteristik akun prive adalah dibuat secara temporal hanya pada saat terjadi prive (Sumber: Pexels)

Seperti telah disinggung sebelumnya, akun prive memiliki karakteristik sebagai berikut.

  • Merupakan akun temporal dan tidak memiliki sifat simultan berkelanjutan
  • Umum dibuat di sebuah perusahaan atau usaha tanpa badan hukum
  • Terjadi di sebuah perusahaan perseorangan, kemitraan, atau persekutuan komanditer
  • Tidak masuk sebagai akun pengeluaran
  • Berkaitan dengan proses pelacakan modal perusahaan

Secara umum, akun prive memiliki karakteristik pelacakan modal perusahaan untuk kepentingan pribadi para pemiliknya. Hal ini dilakukan agar perusahaan lewat akun prive ini dapat mengawasi dan menjaga stabilitas saldo modal keseluruhan perusahaan.

4 Tips mengelola prive


Berikut adalah 4 tips mengelola prive (Sumber: Pexels)

Agar keuangan atau modal perusahaan tidak terguncang akibat penarikan pemilik dalam akun prive ini, ada beberapa tips yang mungkin dapat diimplementasikan oleh suatu perusahaan perseorangan atau persekutuan. Adapun empat tips mengelola prive bagi perusahaan-perusahaan semacam ini antara lain adalah sebagai berikut.

1. Prive dicatat sebagai pengurang modal

Dalam pencatatan akuntansi, prive dicatat dalam pengurang modal atau aset. Hal ini dapat memudahkan penghitungan serta proses pengawasan nilai modal. Total prive yang keluar juga menentukan bagaimana nantinya perusahaan mengamankan aset agar tetap stabil selama periode pengambilan prive terjadi dan operasional.

Pencatatan prive sebagai faktor pengurang modal dapat digunakan ketika investor melakukan penarikan dengan mengurangi modal secara langsung. Mencatat prive sebagai piutang ini juga berarti investor memiliki kewajiban untuk mengembalikan uang atau modal yang dipinjam.

2. Menetapkan batasan prive

Penerapan batasan prive ini dapat dilakukan sejak awal kesepakatan perusahaan berdiri. Dengan menempatkan batasan tertentu yang disepakati semua investor, maka perusahaan atau pengurus badan usaha bisa lebih mewaspadai penggunaan aset yang terlalu berlebih oleh para pemilik perusahaan. Umumnya, batasan yang ditetapkan adalah tidak lebih dari 50 persen dari modal awal perusahaan.

Baca Juga: 8 Peluang Karier Lulusan Manajemen Keuangan dalam Dunia Kerja

3. Membuat plot dana cadangan

Untuk mengantisipasi adanya guncangan finansial akibat penarikan prive oleh para pemilik usaha, pengurus perusahaan perlu tanggap dengan menempatkan plot dana cadangan dengan batasan tertentu. Hal semacam ini juga harus disepakati secara menyeluruh oleh para investor atau anggota persekutuan.

Dana cadangan secara umum memiliki fungsi untuk menjadi dukungan ketika pemilik usaha menarik sebagian modal. Salah satu contoh dana cadangan dapat diambil dari laba yang ditahan dalam suatu periode pembukuan tertentu.

4. Lakukan evaluasi penarikan modal

Secara mendasar, hal yang paling penting dilakukan adalah mengadakan evaluasi penarikan modal pada tiap periode. Evaluasi rutin ini dapat berfungsi untuk mengawasi saldo debit dan memastikan bahwa finansial perusahaan tetap seimbang. Umumnya, setiap perusahaan memiliki batasan prive tertentu agar investor atau pemilik usaha tidak mengambil prive lebih dari modal yang dimiliki perusahaan. Persentase batas prive ini perlu dilakukan untuk memastikan kesehatan finansial perusahaan tetap stabil.

Contoh kasus akun prive


Berikut adalah contoh kasus akun prive (Sumber: Pexels)

Untuk lebih memahami apa itu akun dan kasus prive, berikut ini adalah contoh kasus dan pembuatan akun prive.

Contoh kasus

Kedai kopi “Tanaka Coffee and Tea” dimiliki oleh beberapa pihak termasuk I Nengah Suryawan. Nengah memiliki 30 persen saham kedai kopi tersebut dan merupakan besaran terbesar dari para pemilik lainnya.

Pada tahun kedua berdirinya Kedai Kopi “Tanaka Coffee and Tea”, Nengah ingin melanjutkan studinya di bidang Pariwisata dan memerlukan biaya untuk kuliahnya. Oleh karena itu, Nengah hendak mengambil uang dari modal kemitraan sebesar Rp15.000.000 dari modal bagiannya di kedai kopi tersebut.

Untuk itu, bagian finansial kedai kopi “Tanaka Coffee and Tea” mencatatkan penarikan prive Nengah ini para jurnal seperti berikut.

[D] Prive: Rp15.000.000

[K] Kas: Rp15.000.000

Pencatatan ini akan diakumulasi pada penutupan buku akhir tahun, sehingga modal milik Nengah akan menyusut sebesar Rp15.000.000 dari total modal yang ia sertakan dalam modal kemitraan.

Itulah tadi perihal prive dan kategorinya yang mungkin terjadi dalam usaha yang sedang kamu jalani. Di tengah pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah lewat usaha kedai kopi dan berbagai jenis usaha lain, pendirian bersama atau dengan kemitraan umum diadopsi. Oleh karena itu, pengambilan prive menjadi hal yang umum bagi para pemilik usaha maupun pengurus sebuah badan usaha.

Baca Juga: Faktur Adalah: Pengertian, Fungsi, Komponen, 3 Jenis dan Contohnya

Bagi kamu yang memiliki keahlian di bidang akuntansi atau keterampilan jasa, persoalan prive ini bisa menjadi salah satu hal penting untuk dipelajari. Namun, bagi kamu yang memiliki kapasitas akuntansi memadai dan sedang mencari pekerjaan, mungkin EKRUT bisa menjadi jalan bagi kariermu.

Kamu bisa mendaftar lewat EKRUT untuk membuka potensimu dalam berkarier. Berbagai perusahaan bonafide mungkin dapat menemukanmu dan merekrutmu untuk menjadi bagian dari mereka. Tunggu apalagi, daftarkan dirimu lewat EKRUT dengan klik tautan di bawah ini dan siapkan CV terbaikmu.

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

 

Sumber:

  • ekonomi.bunghatta.ac.id
  • smallbusiness.chron.com
  • accountingtools.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Kenali_Investasi_Reksa_Dana_Pendapatan_Tetap_(RDPT)_beserta_Kelebihan_dan_Kekurangannya.png

    Lainnya

    Kenali Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) beserta Kelebihan dan Kekurangannya

    Sylvia Rheny

    28 June 2022
    6 min read
    H1_Honorarium.jpg

    Lainnya

    Honorarium: Definisi, Ketentuan Hukum, dan Bedanya dengan Gaji

    Algonz D.B. Raharja

    27 June 2022
    5 min read
    H1_Total_Cost_Definisi__Manfaat__Jenis__Hingga_Rumus_dan_Contohnya.jpg

    Lainnya

    Total Cost: Definisi, Manfaat, Jenis, hingga Rumus dan Contohnya

    Sartika Nuralifah

    22 June 2022
    5 min read

    Video