Published on

Expert's Corner

Apa itu rate card dalam dunia influencer? Kenali penjelasan lengkapnya di sini!

Sylvia Rheny

Apa_itu_rate_card_dalam_dunia_influencer__Kenali_penjelasan_lengkapnya_di_sini!.jpg

Influencer marketing telah menjadi saluran pemasaran utama di abad ke-21. Bagi banyak brand, influencer marketing telah menjadi elemen campuran yang wajib. Setiap influencer menawarkan rate card yang berbeda satu sama lain. Salah satu yang mempengaruhi rate card dari influencer adalah tingkat popularitas dari influencer tersebut. Untuk memahami rate card dalam dunia influencer, simak penjelasannya mulai dari pengertian rate card, fungsi, cara menentukan rate card, hingga beberapa contoh rate card yang profesional di bawah ini!

Baca juga: Influencer marketing: Pengertian, jenis, dan 6 tren sepanjang 2021

Apa itu rate card?


Rate card adalah dokumen yang merinci harga untuk penempatan iklan. (Sumber: Pexels)

Bersumber dari Marketing Terms, rate card adalah dokumen yang merinci harga untuk berbagai opsi penempatan iklan. Rate card adalah bagian Public Relations untuk memposisikan tarif awal sesuai dengan value yang dimiliki di pasaran. Meskipun rate card mencantumkan tarif iklan, namun tarif yang tertera pada rate card adalah tarif yang mungkin bisa berubah tergantung hasil negosiasi. Lalu, siapa saja yang membutuhkan rate card ini?

Sebelum sosial media semarak sekarang ini, rate card biasa digunakan oleh agensi periklanan untuk menjelaskan tarif yang mereka kenakan untuk setiap jenis jasa yang mereka berikan. Namun, sekarang ini, sosial media sudah banyak dimanfaatkan oleh influencer untuk penempatan iklan produk atau jasa. Sehingga setiap influencer akhirnya memiliki rate card mereka masing-masing. Pada akhirnya, rate card bisa dipergunakan perusahaan maupun individu untuk mengkomunikasikan tarif awal kepada calon pengguna untuk setiap jasa penempatan iklan yang memanfaatkan platform yang mereka miliki.

Baca juga: 5 Perbedaan micro influencer vs macro influencer

Fungsi rate card bagi influencer


Fungsi rate card adalah merinci setiap tarif sesuai dengan platform dan jenis konten. (Sumber: Pexels)

Setiap influencer yang memanfaat platform media sosial yang mereka miliki untuk membuka endorse atau penempatan iklan akan sangat terbantu dengan adanya rate card. Seorang influencer mungkin saja memiliki power to influence di beberapa platform media sosial dan masing-masing sosial media memiliki fitur yang beragam. Misalnya, untuk satu platform Instagram terdapat beberapa fitur seperti Instagram Story, Instagram Feed, Instagram Reels. Maka, influencer akan mengenakan tarif yang berbeda untuk masing-masing fitur tersebut. Belum lagi untuk jenis kontennya, misalnya foto atau video, tentu influencer akan memberikan tarif yang berbeda sesuai dengan effort yang diberikan.

Itulah mengapa rate card sangat penting bagi influencer untuk merinci setiap tarif sesuai dengan platform, fitur, dan jenis konten yang diinginkan oleh calon kliennya. Untuk calon klien, fungsi rate card adalah untuk mempermudah mereka menyesuaikan jasa yang ditawarkan dengan budget yang dimiliki. Kesimpulannya, fungsi rate card adalah membuat kerja sama antara influencer dengan calon kliennya lebih mudah.

Baca juga: Memahami KOL dan perannya dalam strategi marketing

Cara menentukan rate card


Salah satu cara menentukan rate card adalah menggunakan Cost per View. (Sumber: Pexels)

Tarif yang ada pada rate card tidak bisa sembarangan dibuat melainkan harus sesuai dengan data yang ada. Bahkan, dalam rate card juga dicantumkan data yang memuat berapa rata-rata banyaknya orang yang melihat, menyukai, memberikan komen, dan membagikan kontennya.

Rate card juga dibuat untuk menjelaskan kepada calon klien siapa pengikut mereka dan seberapa besar pengikut mereka engage dengan konten-konten yang mereka buat. Hal ini tentu sangat berpengaruh untuk meyakinkan calon klien untuk menggunakan jasa dari influencer tersebut atau tidak. Beberapa cara untuk menentukan rate card adalah Cost per Action (CPA), Cost per View (CPV), uniqueness, niche, dan personal brand value. Penjelasan lengkapnya cara menentukan rate card adalah sebagai berikut. 

Cost per action (CPA)

Cara menentukan rate card yang pertama adalah dengan menggunakan Cost per Action (CPA). Cost per Action atau CPA Marketing adalah strategi pemasaran online yang memungkinkan influencer untuk mendapatkan komisi dari action yang dilakukan oleh pengikutnya (user/leads). Action bisa berupa download, mengisi form, melakukan pembelian, dll. Meskipun begitu, tidak semua bisa dihitung secara tepat dengan Cost per Action (CPA) ini, misalnya target market tertarik dengan suatu produk yang diiklankan oleh influencer namun memilih langsung melakukan action dengan membeli di toko offline.

Beberapa influencer menilai penawaran campaign dengan konsep Cost per Action ini kurang menarik karena ketidakpastian terhadap jumlah fee yang akan mereka dapatkan. Dengan effort yang sama, bisa saja jumlah action yang didapatkan berbeda karena masih ada faktor kualitas produk yang menentukan minat dan ketertarikan dari target market atau calon konsumen.

Cost per view (CPV)

Cara menentukan rate card yang kedua adalah dengan Cost per View (CPV). Cost per View bisa dijadikan sebagai acuan untuk menentukan rate card dengan cara melihat rata-rata views yang didapatkan oleh influencer untuk setiap konten yang diunggah melalui platform miliknya (Instagram, TikTok, YouTube, Twitter, Blog, dll).

Cost per View sekarang ini rata-rata adalah Rp100,00 sampai dengan Rp1.000,00. Tentunya rentang nilai ini juga masih berhubungan dengan aspek-aspek lain untuk diperhitungkan yang akan dibahas pada poin selanjutnya. Misalnya rata-rata views yang didapatkan oleh influencer A untuk setiap postingan di Instagram Story-nya adalah 32.000 views, maka kisaran rate card influencer tersebut berada di rentang harga Rp3.200.000,00 hingga Rp32.000.000,00. Cost per View (CPV) ini dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti uniqueness, niche, dan personal brand value yang di bahas di bawah ini.

1. Uniqueness
Salah satu aspek yang menentukan CPV dalam rate card adalah uniqueness atau tingkat keunikan influencer di antara influencer lainnya. Tingkat keunikan ini bisa ditentukan dari konten yang dibuat dan personality dari influencer. Semakin terbatas jumlah influencer yang membahas atau mengangkat tema tertentu, maka CPV-nya bisa semakin naik.
2. Niche
Aspek selanjutnya yang menentukan CPV dalam rate card adalah niche. Menurut definisi, niche atau ceruk difokuskan pada sekelompok kecil pelanggan. Niche market adalah bagian pasar yang terfokus dan dapat ditargetkan. Jika influencer memiliki niche atau target konsumen tertentu yang spesifik dan jarang dimiliki oleh influencer lainnya, maka hal tersebut bisa menjadikan CPV lebih tinggi dibanding yang lain. Sebagian besar pihak pengiklan sangat mempertimbangkan niche yang dimiliki oleh influencer karena market yang dinilai lebih tertarget sehingga lebih mudah untuk menarik calon konsumen.
3. Personal brand value
Aspek ketiga yang mempengaruhi CPV dalam rate card adalah personal brand value yang dimiliki oleh influencer. Influencer yang memiliki personal brand value yang kuat memiliki penilaian yang lebih tinggi di mata calon klien karena diharapkan bisa memperkuat brand value dari produk atau jasa yang dimilikinya. Itulah mengapa influencer dengan personal brand value yang kuat cenderung memiliki CPV yang lebih tinggi dibanding yang lainnya.

Baca juga: 5 Cara ini bantu promosikan konten dengan efektif

3 Contoh rate card yang profesional


Contoh rate card yang profesional sesuai platform sosial media. (Sumber: Pexels)

Setelah mempelajari apa itu rate card hingga bagaimana cara menentukan rate card, selanjutnya untuk memberikan gambaran seperti apa bentuk dari rate card, maka kamu bisa melihat contoh-contoh dari rate card. Beberapa contoh profesional rate card adalah sebagai berikut.

1. Contoh rate card professional untuk influencer (Instagram, YouTube, Host, Expo)


Contoh rate card profesional untuk influencer. (Sumber: Pinterest)

2. Contoh rate card professional untuk influencer (Instagram, Facebook, Twitter)


Contoh rate card profesional untuk influencer. (Sumber: Pinterest)

3. Contoh rate card professional untuk influencer (Instagram & YouTube)


Contoh rate card profesional untuk influencer. (Sumber: Pinterest)

Baca juga: 6 Pekerjaan online yang cepat menghasilkan uang

Itulah penjelasan mengenai pengertian rate card, fungsi rate card bagi influencer, hingga contoh-contoh rate card yang profesional. Sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan influencer tertentu, maka kamu bisa membandingkan rate card dari influencer dan melakukan riset kesesuaian masing-masing terhadap apa yang kamu butuhkan dan budget yang kamu miliki. Semoga bermanfaat, ya!

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Nah, kalau kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, yuk, sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

Sumber:

  • thebalancesmb
  • marketingterms

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cara-interview-kerja-yang-baik-EKRUT.jpg

    Careers

    12 Cara Interview Kerja yang Baik Agar Bisa Diterima

    Lita Lia

    06 July 2022
    6 min read
    cover.jpg

    Careers

    12 Contoh Etos Kerja yang Penting Bagi Perkembangan Karier

    Detty Risetya

    06 July 2022
    5 min read
    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    06 July 2022
    6 min read

    Video