Published on

jobs

Rebranding dan alasan perlunya perusahaan melakukan ini

Nur Lella Junaedi

rebranding-adalah-EKRUT.jpg

Dalam suatu bisnis atau usaha sudah menjadi hal lumrah bila perusahaan melakukan rebranding. Apa itu rebranding? Rebranding adalah proses merubah citra perusahaan atau produk.

Adapun tujuan rebranding adalah untuk menciptakan citra atau kesan baru yang lebih menarik bagi konsumen. Dengan merubah berbagai macam komponen mulai dari simbol, logo, nama, atau kombinasi dari semuanya. 

Lalu, apa yang melatarbelakangi perusahaan melakukan rebranding? Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui.

Alasan perusahaan melakukan rebranding 

rebranding adalah EKRUT 
Setidaknya ada dua alasan yang membuat perusahaan melakukan rebranding - EKRUT

Ada beberapa alasan perusahaan mengubah citra mereka di pasaran. Meskipun hal ini bisa dikatakan sulit bagi usaha yang telah maju. Namun setidaknya ada dua yang melatarbelakangi itu terjadi yakni: 

Rebranding Proaktif 

Rebranding proaktif ini terjadi saat perusahaan melihat peluang perubahan citra yang begitu besar di masa depan bahwa dengan melakukan rebranding, bisnis akan maju, atau perusahaan melihat bahwa citra saat ini kurang tepat.

Rebranding tipe proaktif ini terjadi apabila: 

  • Membidik pasar atau lini bisnis baru. Situasi ini terjadi manakala perusahaan memasuki lini bisnis yang tidak padu atau menyatu dengan identitas merek karena itu perusahaan melakukan rebranding. 

Contohnya seperti pada saat perusahaan Apple mengganti nama bisnisnya dari Apple Computer menjadi hanya Apple. 

Sebab, bila perusahaan tetap menggunakan Apple Computer, cangkupannya nampak sempit karena perusahaan hanya bisa melayani jasa komputerisasi saja. 

Sedangkan kini kita tahu produk Apple tak hanya laptop Mac tetapi juga ada platform iPad, iPhone, iTunes, dan sebagainya.

  • Mengejar relevansi. Saat perusahaan menyadari jika merek merasa kehilangan relevansinya di hadapan konsumen maka tak salah jika brand tersebut melakukan rebranding.

Seperti yang terjadi pada brand Yellow Page yang melakukan rebranding menjadi YP. 

Melalui perubahan ini, perhatian perusahaan menjadi lebih condong untuk memajukan perusahaan dari segi digital yang lebih relevan dengan kondisi saat ini.

  • Menarik audiens baru. Alasan lain perusahaan melakukan rebranding adalah untuk menarik peminat baru dalam bisnisnya. Terkadang di tipe rebranding ini perusahaan tidak harus mengganti nama dan logo.

Contohnya,brand McDonald yang menyebut mereknya dengan sebutan MickeyD’s untuk menargetkan demografi audiens yang lebih muda.

rebranding adalah EKRUT 
Salah satu alasan perusahaan melakukan rebranding adalah menarik audiens baru - EKRUT

  • Memprediksi pertumbuhan. Selanjutnya alasan rebranding proaktif lainnya yang dilakukan perusahaan adalah ketika mereka mempersiapkan pertumbuhan bisnis dalam skala internasional.

Bisnis itu akan mengubah produk dan membuat layanan saling terkonsolidasi satu sama lain. Upaya ini dilakukan untuk menghemat anggaran perusahaan.

Baca juga: Sepenting apa sih, branding untuk perusahaan teknologi?

Rebranding tipe reaktif 

Selain beberapa alasan perusahaan melakukan rebranding seperti di atas, masih ada juga tipe rebranding reaktif. Di mana perusahaan terpaksa mengubah citra atas reaksi terhadap suatu kejadian yang terjadi dalam situasi berikut ini: 

  • Terjerat masalah hukum, perusahaan mungkin akan mengalami kondisi di mana mereka terpaksa merubah merek karena terjerat sejumlah hukum. Biasanya ini terjadi bila merek melanggar hak merek dagang lainnya yang pernah ada. 

Oleh karena itu, sebelum kamu membuat bisnis, identifikasi dulu apakah merek, produk atau layanan serupa sudah ada atau belum ada yang menggunakan nama dan logo yang sama. 

  • Pengaruh kompetitor. Alasan lainnya perusahaan melakukan rebranding adalah karena aktivitas persaingan bisnis memicu brand untuk melakukan rebranding. 

Ini terjadi apabila brand pesaing membuat merekmu nampak jelek dan seolah ketinggalan zaman, kamu dapat melakukan rebranding ulang terhadap bisnismu agar dapat kembali bersaing secara sehat. 

  • Merger atau akuisisi. Menjadi hal lumrah saat perusahaan melakukan merger atau penyatuan dua perusahaan hingga akuisisi, biasanya perusahaan akan melakukan rebranding.

Ini dilakukan untuk menghilangkan kesan perusahaan lama dan membuka peluang bisnis baru yang lebih baik. 

daftar EKRUT

Baca juga: Pentingnya brand awareness dan 7 cara meningkatkannya

Cara melakukan rebranding yang benar

rebranding adalah EKRUT 
Usahakan rebranding dilakukan dengan mengubah seluruh elemen brand - EKRUT

Agar rebranding perusahaanmu berjalan sukses ada beberapa cara yang perlu diperhatikan di antaranya yaitu: 

  • Mulailah dengan menyusun kembali visi misi dan nilai perusahaan. Kamu bisa mendiskusikan bersama tim untuk menciptakan landasan visi misi perusahaan yang jelas dan penting. 

Tak usah bingung bagaimana membuatnya, intip langkah-langkah membuat visi misi perusahaan di sini.

  • Pertimbangkan apa saja yang harus dipertahankan dan boleh dibuang. Di banyak kasus yang tidak diubah adalah nama perusahaan. 

Meski begitu beberapa elemen merek turunan juga dipertahankan untuk demi konsumen. 

  • Melibatkan semua stakeholder perusahaan, termasuk di dalamnya, departemen-departemen, staf desain, marketing bahkan bila perlu undang pelanggan bisnis dalam proses ini untuk mengetahui seberapa besar user engagement terwujud.

Dengan meminta mereka mengisi survei, atau voting. Ini perlu dilakukan untuk meminta saran demi kemajuan brand selanjutnya. Disamping menghindari pertentangan bila nanti merek baru telah ditemukan.  

rebranding adalah EKRUT
Libatkan seluruh stake holder perusahaan saat kamu melakukan rebranding - EKRUT

  • Analisis pasar dan persaingan. Tim perlu melakukan riset dalam hal tren pasar, tren produk, hingga persaingan bisnis. Ini dilakukan supaya bisnis bisa tetap relevan dengan zaman meski begitu bisnis juga tetap harus berpikir panjang. 

Tak berjalan hanya di tren tertentu saja, karena kita tahu tren produk, brand, pasar akan berubah seiring waktu. 

  • Strategi holistik. Rebranding tidak hanya berbicara tentang tampilan logo, dan situs portal. 

Lebih dari itu rebranding harus menyentuh seluruh elemen perusahaan mulai dari logo, signage, selebaran, iklan, situs, kemasan, media sosial, maskot dan sebagainya.

Lalu, bagaimana jika hanya sebagian saja yang diubah? Tentunya tim harus memahami bahwa antara brand yang dulu dengan yang baru harus ada kesinambungan di dalamnya dan masuk akal. Jadi pertimbangkan kendala ini.

  • Beritahukan kepada khalayak. Cara terakhir membangun rebranding adalah dengan memberitahukan kepada seluruh tim serta pelanggan bila kamu yakin itu sudah sempurna. 

Kamu pun dapat mempromosikan kembali branding barumu lewat sosial media yang dimiliki hingga iklan. Ini dilakukan agar banyak orang menyadari bahwa brand tersebut telah berubah. 

Baca juga: Begini cara menciptakan strategi pemasaran yang efektif

Dengan mengetahui lebih jauh tentang alasan perusahaan melakukan rebranding dan cara melakukan rebranding, kini kamu dapat melakukan hal tersebut dengan baik bila bisnismu memang ingin melakukan penyegaran. 

Namun tentunya, kamu harus melakukan ini dengan sangat hati-hati dan seksama agar pelanggan tidak kecewa dengan perubahan tersebut. 

Meski begitu, yang terpenting dari setiap rebranding adalah peningkatan bisnis yang semakin baik dari segi produk hingga layanan. 

rebranding adalah EKRUT
Last update: 2 April 2021

Sumber: 

  • 99designs.com
  • aytm.com
  • marketbusinessnews.com

Tags

Share