Published on

Careers

Remunerasi adalah: pengertian, tujuan, 4 tipe, dan faktor pertimbangannya

Algonz D.B. Raharja

H1_Remunerasi.jpg

Tentunya kita cukup akrab dengan pemberian uang sebagai imbalan atas jasa atau pekerjaan yang telah terselesaikan di suatu proyek tertentu. Atau, bisa jadi penggunaan kata “remunerasi” sudah umum dipakai di tempat kerja atau lingkungan kita? 

Meski begitu, beberapa orang masih asing dengan apa yang dimaksud dengan remunerasi ini. Untuk lebih mengenal dan memahami apa itu remunerasi, maka mari kita simak ulasan berikut ini.

Apa itu remunerasi?


Remunerasi merupakan balas jasa atas pekerjaan yang telah diselesaikan oleh pekerja (Sumber: Pexels)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, lema remunerasi diartikan sebagai uang atau imbalan yang diberikan atas balas jasa suatu pekerjaan yang telah dilakukan. Begitu pula menurut Cambridge Dictionary, remunerasi didefinisikan sebagai imbalan atas kerja atau jasa yang telah dilakukan.

Remunerasi juga dapat dijelaskan sebagai kompensasi yang berupa uang untuk seseorang atau kelompok atas pekerjaan mereka. Remunerasi sendiri secara umum terdiri dari kompensasi moneter dan non-finansial yang diberikan oleh pemberi kerja.

Segala jenis kompensasi atau pembayaran yang diterima oleh individu atas jasa atau pekerjaan mereka dapat dikategorikan sebagai remunerasi. Tentu saja hal ini juga mencakup gaji pokok maupun bonus hingga opsi saham di pasar modal.

Remunerasi secara umum merupakan total kompensasi yang diterima oleh seseorang yang mencakup gaji pokok, bonus, komisi, upah lembur, hingga keuntungan finansial lainnya. Fasilitas-fasilitas non esensial dalam suatu pekerjaan belum tentu bisa dimasukkan dalam kategori remunerasi karena sifatnya yang sementara seperti pinjaman kendaraan dinas, alat produksi, dan lainnya. Suatu keuntungan disebut remunerasi jika berbentuk imbalan terhadap jasa atau kerja seseorang dan bersifat mutlak diberikan pada individu tersebut.

Baca Juga: 7 Pekerjaan dengan Gaji Tinggi di Bidang Teknologi

Tujuan Memberi Remunerasi


Remunerasi bertujuan untuk mendukung perkembangan sumber daya manusia dan memenuhi hak pekerja (Sumber: Pexels)

Pemberi kerja memberikan remunerasi kepada para pekerjanya dengan beberapa tujuan seperti berikut:

  • Membalas jasa atas pekerjaan yang telah dilakukan
  • Memenuhi tuntutan kontrak kerja antara pemberi kerja dan pekerja
  • Mendukung perkembangan pekerja untuk tetap produktif
  • Memberikan hak pekerja sesuai aturan yang berlaku
  • Memberi penghidupan bagi pekerja sesuai apa yang telah dikerjakannya
  • Menjadi pelecut bagi pekerja untuk terus meningkatkan kinerjanya di tempat kerja
  • Meningkatkan taraf hidup sumber daya manusia

Secara khusus, remunerasi merupakan hak pekerja atas waktu, pikiran, dan tenaga yang telah ia berikan untuk sebuah pekerjaan. Pemberi kerja juga wajib memberikan remunerasi kepada pekerja sebagai pertanggung jawaban atas jasa yang telah diberikan pada perusahaan atau pemberi kerja.

Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Prorata yang Tepat

4 Tipe Remunerasi yang Penting untuk Diketahui


Gaji merupakan tipe remunerasi paling umum yang bersifat pokok (Sumber: Pexels)

Dalam pemberian remunerasi kepada pekerja dikenal beberapa tipe umum yang dipakai. Adapun keempat tipe remunerasi yang umum diketahui adalah sebagai berikut.

1. Gaji

Gaji atau upah merupakan tipe remunerasi dengan bentuk pembayaran tetap. Gaji umumnya dibayarkan secara periodik tiap bulan. Penghitungan gaji pun berbeda-beda seperti dikalkulasi lewat upah per jam atau upah harian dan sebagainya. Penghitungan gaji juga umumnya dilakukan secara tahunan untuk menghitung pajak penghasilan maupun kepentingan lain. Gaji secara umum ditentukan dengan membandingkan pembayaran pekerja lain di posisi yang sama di wilayah atau sektor industri yang sama. Secara garis besar, pemberi kerja memiliki tingkat pengupahan atau pemberian gaji dengan rentang yang sesuai dengan hierarki atau jangka waktu kerja tertentu.

2. Komisi

Komisi merupakan uang yang dibayarkan kepada seorang pekerja ketiak suatu tugas terselesaikan. Komisi umum dipakai untuk kegiatan penjualan barang atau produk bagi para tenaga penjualan (sales). Komisi diberikan sebagai insentif maupun dengan tujuan meningkatkan produktivitas pekerja tersebut. Komisi merupakan remunerasi yang umum dijumpai dalam bisnis seperti retail, asuransi, real estate atau properti, dan berbagai jenis bisnis yang berbasis pada penjualan produk.

Baca Juga: Plus-Minus, Sistem Kerja, dan Perhitungan Gaji 2021

3. Bonus dan Insentif


Bonus atau insentif adalah remunerasi yang diberikan hanya dalam waktu atau kondisi tertentu (Sumber: Pexels)

Bonus dan insentif merupakan jenis remunerasi yang tidak tetap jumlahnya dan juga tidak secara simultan diberikan pada pekerja. Bonus umumnya diberikan sebagai penambah gaji atas capaian periodik yang telah diraih oleh seorang pekerja. Sedangkan insentif seringkali dikenal sebagai uang perangsang atau uang yang diberikan untuk meningkatkan kinerja seorang pekerja. Insentif ini dapat berupa komisi atau dalam beberapa bisnis lain diberikan karena pekerja tersebut melakukan dan menyelesaikan subjek tugas dengan baik meski ada di luar job desk-nya.

4. Tipe Remunerasi Lainnya

Beberapa pembiayaan lain terkait remunerasi adalah uang bepergian atau perjalanan dinas. Umumnya uang perjalanan dinas diberikan dalam hitungan per hari kepada pekerja yang ditugaskan untuk sebuah pekerjaan di luar kantor atau di luar kota/negara. Remunerasi jenis ini umumnya dihitung dari perbandingan biaya hidup di tempat tujuan, uang makan, tempat tinggal, dan selebihnya adalah uang saku. Remunerasi jenis ini umum dipakai di berbagai sektor industri swasta, dan terutama adalah bagi pekerja di sektor publik atau pemerintahan.

Baca Juga: Begini Cara Menghitung Take Home Pay dengan Benar

Pertimbangan dalam Memberi Remunerasi


Membandingkan pengupahan di perusahaan lain merupakan salah satu pertimbangan remunerasi (Sumber: Pexels)

Beberapa pertimbangan yang dapat diambil dalam memperhitungkan besaran remunerasi secara umum ditentukan oleh hal-hal berikut ini:

  • Perbandingan upah pada jabatan setingkat di industri yang sama 
  • Melihat besaran remunerasi perusahaan lain
  • Melihat kinerja pekerja dalam suatu periode pengupahan
  • Melihat perkembangan pekerja dalam pekerjaan yang diberikan kepadanya
  • Melihat jenjang karier pekerja yang telah bekerja dalam waktu tertentu

Untuk itu, remunerasi memang perlu ditentukan dengan pertimbangan matang agar tidak terkesan diberikan tanpa pertimbangan. Jumlah remunerasi juga akan menjadi salah satu penentu etika bisnis suatu perusahaan atau pemberi kerja. Hal ini terkait bagaimana tanggung jawab mereka dalam menilai dan menghargai jasa atau pekerjaan orang lain yang telah mendukung bisnis mereka secara langsung.

Baca Juga: Pentingnya Kesejahteraan Karyawan Bagi Kualitas Pekerja

Itulah tadi apa dan bagaimana remunerasi dapat diberikan kepada para pekerja atau karyawan dalam pemenuhan hak dan kewajiban antara pemberi kerja dan pekerja. 

Kamu dapat menerima remunerasi jika kamu telah bekerja dan memberikan potensi serta kapasitasmu dengan baik bagi perusahaan tempatmu bekerja. Bagi kamu yang belum bekerja dan sedang mencari pekerjaan, EKRUT adalah jalan yang tepat buatmu. Sebabnya, kamu hanya perlu mendaftar sekali lewat EKRUT untuk kemudian ditemukan oleh berbagai perusahaan yang cocok dengan potensi dan keahlianmu. Tunggu apa lagi? Silakan klik tautan di bawah ini untuk mulai mendaftar lewat EKRUT.

Sumber:

  • https://www.thebalancesmb.com/what-are-remuneration-types-398436
  • https://marketbusinessnews.com/financial-glossary/salary-definition-meaning/
  • https://www.dol.gov/general/topic/wages/commissions

Tags

Share