Published on

Careers

Mengenal 3 jenis rasio solvabilitas dan manfaatnya bagi perusahaan atau bisnis

Anisa Sekarningrum

H1_1._Mengenal_rasio_Solvabilitas_dan_manfaatnya_bagi_perusahaan_atau_bisnis.jpg

Rasio solvabilitas adalah metrik yang digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan mereka dalam membayarkan kewajiban utang jangka panjang. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Benarkah wholesale adalah strategi penjualan terbaik? Berikut cara mendapatkan keuntungannya!

Apa itu solvabilitas?


Rasio solvabilitas adalah ukuran yang dapat menunjukkan apakah arus kas perusahaan bisa membayar utang jangka panjang - Pexels

Rasio solvabilitas adalah metrik yang digunakan untuk mengukur seberapa baik kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utang jangka panjang. Metrik ini sering digunakan oleh calon pemberi pinjaman bisnis, calon investor, atau pemasok untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan dan menilai kemungkinan apakah perusahaan dapat memenuhi kewajiban keuangannya dalam jangka panjang atau tidak.

Rasio solvabilitas dapat menunjukkan apakah arus kas perusahaan cukup untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya serta mengukur kesehatan keuangan perusahaan. Berbeda dengan rasio likuiditas yang menganalisis kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Kemudian, rasio yang tidak menguntungkan dapat menunjukkan beberapa kemungkinan bahwa perusahaan akan gagal membayar kewajiban utangnya.

Meskipun rasio solvabilitas adalah ukuran yang berguna, namun rasio ini tidak dapat memperhitungankan kemampuan perusahaan untuk memperoleh sumber pendanaan baru dalam jangka panjang, contohnya dana saham atau obligasi. Untuk alasan tersebut, diperlukan jenis analisis lain untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang solvabilitas bisnis.

Baca juga: Lunasbos, Aplikasi Anti-lupa Utang!

Rasio solvabilitas bervariasi dari industri ke industri. Oleh karena itu, rasio solvabilitas sebuah perusahaan perlu dibandingkan dengan rekan dan pesaingnya di industri yang sama terutama perusahaan yang kuat di industri tersebut untuk menentukan apakah rasio dapat diterima atau tidak.

Sebagai contoh perusahaan penerbangan akan lebih mungkin memiliki lebih banyak utang daripada perusahaan teknologi karena sifat bisnisnya. Perusahaan penerbangan harus membeli pesawat, membayar ruang hanggar, dan membeli bahan bakar pesawat yang biayanya jauh lebih besar daripada yang harus dikeluarkan perusahaan teknologi.

Baca juga: 18 Aplikasi Pengatur Keuangan Terbaik Untuk Android Dan IOS

3 Jenis rasio solvabilitas


Salah satu jenis rasio solvabilitas adalah mengukur rasio utang terhadap aset yang dimiliki perusahaan - Pexels

Rasio keuangan dapat membantu menarik perbandingan yang jelas mengenai utang jangka panjang perusahaan yang berkaitan dengan ekuitas dan asetnya. Penggunaan rasio dapat digunakan pihak yang berkepentingan untuk menilai stabilitas struktur modal perusahaan. Berikut beberapa rasio yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk membayar utang di masa depan. Jenis-jenis rasio solvabilitas adalah sebagai berikut.

1. Debt to Asset Ratio

Debt to Asset Ratio digunakan untuk mengukur total utang perusahaan terhadap total asetnya. Rasio utang terhadap aset memiliki rumus sebagai berikut.

Debt to Assets Ratio = Debt / Assets

Rasio ini mengukur leverage perusahaan dan menunjukkan berapa banyak perusahaan yang didanai oleh utang dibandingkan asetnya. Oleh karena itu, perusahaan memiliki kemampuan untuk melunasi utang dengan aset yang tersedia. Nilai rasio yang lebih (terutama di atas 1,0), menunjukkan bahwa perusahaan secara signifikan didanai oleh utang dan mungkin mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

2. Debt to Equity Ratio

Rasio utang terhadap ekuitas memiliki kemiripan dengan rasio utang terhadap aset, namun dalam hal ini rasio menunjukkan bagaimana perusahaan didanai dengan hutang. Rasio utang terhadap ekuitas memiliki rumus sebagai berikut.

Debt to Equity Ratio = Debt Outstanding / Equity

Semakin tinggi rasionya, maka semakin banyak hutang yang dimiliki perusahaan yang berarti kemungkinan perusahaan gagal bayar akan lebih tinggi. Rasio ini digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan menggunakan utang untuk mendanai operasi (leverage). Rasio ini juga digunakan untuk melihat seberapa banyak utang yang dapat ditutupi oleh ekuitas jika perusahaan memerlukan likuidasi.

3. Tangible Assets Debt Coverage

Rumus untuk menghitung Tangible Assets Debt Coverage adalah sebagai berikut.

Tangible Assets Debt Coverage = Fixed Assets / Longterm Liabilities

Rumus rasio yang satu ini digunakan untuk mengetahui perbandingan antara utang jangka panjang yang ditanggung perusahaan dengan aktiva tetap berwujud. Dengan menghitung cakupan utang aset berwujud ini perusahaan dapat menemukan berapa besaran nilai dari aset berwujud yang dimiliki perusahaan untuk membiayai utang jangka panjang.

Umumnya, hasil perbandingannya minimal adalah 1:1, dengan begitu utang jangka panjang dapat dibiayai oleh satu rupiah dari setiap aset tetap yang ada. Jika nilainya semakin tinggi maka peluang perusahaan untuk mencari pinjaman baru akan semakin besar. Sebaliknya,  jika anka perbandingannya semakin kecil maka aset yang dimiliki perusahaan tidak bisa menjamin utang jangka panjangnya.

Baca juga: 6 Cara Menjadi Konsultan Keuangan Yang Hebat

Manfaat solvabilitas bagi perusahaan


Salah satu manfaat rasio solvabilitas adalah untuk mengukur kapasitas arus kas perusahaan - Pexels

Rasio solvabilitas adalah ukuran solvabilitas yang komprehensif, karena memiliki fungsi untuk mengukur arus kas perusahaan yang aktual, bukan laba bersih, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya pada pihak ketiga. Caranya adalah dengan menambahkan kembali depresiasi dan biaya non-tunai lainnya untuk menilai kapasitas perusahaan untuk tetap bertahan. Rasio ini mengukur kapasitas arus kas perusahaan dibandingkan semua kewajiban utang jangka panjang bukan hanya utang jangka pendek. Dengan cara ini, rasio solvabilitas dapat menilai kesehatan jangka panjang perusahaan dengan mengevaluasi kemampuan pembayaran untuk utang jangka panjang dan bunga atas utang itu.

Manfaat lain dari rasio solvabilitas adalah untuk mengetahui status perusahaan dengan melihat keseimbangan antara jumlah modal dan aset tetap yang dimiliki. Serta untuk mencari tahu berapa besaran rupiah dari modal sendiri yang dapat digunakan sebagai jaminan pembayaran utang jangka panjang. Terminologi rasio solvabilitas juga digunakan ketika mengevaluasi perusahaan asuransi, membandingkan ukuran modal relatif terhadap premi yang tertulis, dan mengukur risiko yang dihadapi perusahaan asuransi atas klaim yang tidak dapat ditanggungnya.

Baca juga: 5 Contoh Laporan Arus Kas Dan Panduan Pembuatannya

Cara menghitung rasio solvabilitas perusahaan


Cara menghitung rasio solvabilitas adalah dengan menambahkan laba bersih dan angka penyusutan dibagi semua kewajiban utang jangka pendek dan jangka panjang - Pexels

Rasio solvabilitas adalah metrik untuk mengukur arus kas perusahaan yang mencakup biaya non-tunai dan depresiasi terhadap semua kewajiban utang perusahaan.

Rumus utama untuk menghitung rasio solvabilitas adalah sebagai berikut.

Rasio Solvabiltias = Laba Bersih + Penyusutan / Semua kewajiban utang (jangka pendek + jangka panjang)

Dalam rumus tersebut dituliskan bahwa pembilang terdiri dari arus kas entitas saat ini dan penyebutnya terdiri dari kewajibannya. Dengan demikian, aman untuk menyimpulkan bahwa rasio solvabilitas menentukan apakah arus kas perusahaan cukup untuk membayar total kewajibannya.

Contoh kasus perhitungan rasio solvabilitas adalah sebagai berikut.

  Sales Smarts (Nilai Dollar dalam tutaan)
Laba Bersih 45.000
Depresiasi 15.000
Liabilitas jangka pendek 83.000
Liabilitas jangka panjang 160.000

Rasio Solvabiltias = 45.000 + 15.000 / 83.000 + 160.000 = 60.000 / 243.000= 0,246 x 100 = 24,6%

Penting untuk dicatat bahwa sebuah perusahaan akan dianggap kuat secara finansial jika rasio solvabilitas melebihi 20%. Sehingga pada contoh kasus di atas, jelas bahwa jika SalesSmarts mengikuti tren tahunan, perusahaan ini dapat membayar semua utangnya dalam waktu empat tahun, dengan perhitungan sebagai berikut 100% : 24,6% = sekitar empat tahun. Untuk pertimbangan rasio utang terhadap aset, metrik yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang, di mana utang terhadap aset memiliki nilai yang sama dengan total aset dibagi total utang.

Rasio solvabilitas lainnya adalah rasio utang terhadap ekuitas yang menunjukkan bagaimana leverage keuangan perusahaan dengan nilai utang terhadap ekuitas sama dengan total utang dibagi dengan total ekuitas. Nilai rasio solvabilitas yang lebih tinggi dan lebih kuat akan lebih disukai karena hal tersebut dapat menjadi indikator kekuatan finansial perusahaan. Di sisi lain, rasio yang memiliki nilai rendah dapat memaparkan potensi rintangan keuangan bisnis di masa depan.

Baca juga: 8 Cara Membuat Startup Yang Sukses Dan Terus Berkembang

Apakah kamu saat ini masih belum memiliki pekerjaan? Yuk, coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT.
Semua proses dan bantuan professional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Itu tadi informasi tentang solvabilitas untuk membantu kamu lebih memahami tentang rasio utang dan arus kas bisnis. Startup adalah salah satu jenis bisnis yang terkena dampak akibat pandemi, simak informasinya di video berikut ini.

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

Sumber:

  • kumparan
  • investopedia
  • corporatefinanceinstitute  
  • byjus 

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Biaya_Implisit_Adalah.jpg

    Lainnya

    Mengenal Perbedaan Biaya Implisit dan Biaya Eksplisit beserta Contohnya

    Mauditalani

    20 September 2022
    7 min read
    Mengenal_Apa_Saja_Kelebihan_dan_Kekurangan_Kartu_Debit_dan_Cara_Menjaga_Keamanannya.jpg

    Lainnya

    Debit Adalah : Pengertian, Kelebihan, dan Cara Menjaga Keamanannya

    Sylvia Rheny

    14 September 2022
    5 min read
    H1_fintech_indonesia.jpg

    Technology

    10 Aplikasi Fintech Indonesia Lengkap dengan Ruang Lingkup Bisnisnya

    Alvina Vivian

    12 September 2022
    6 min read

    Video